Pagelaran Akbar Lalengan Beksan Pakeling UKM Swagayugama Berlangsung Meriah

 Pagelaran Akbar Lalengan Beksan Pakeling UKM Swagayugama Berlangsung Meriah

Dok. UGM

YOGYAKARTA – UKM Swagayugama UGM menggelar Pagelaran Akbar Lalengan Beksan Pakeling. Pagelaran yang dilaksanakan pada Minggu (12/6) ini berlangsung secara meriah. Pagelaran yang dilaksanakan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta merupakan pagelaran rutin yang pada akhirnya bisa dilaksanakan secara langsung setelah 2 tahun dilaksanakan secara online karena pandemi. Selain mengusung tema pandemi sebagai pengingat, diharapkan pagelaran ini juga dapat menjadi sarana melestarikan budaya.

“Tujuan diadakannya acara ini sebagai wadah baik bagi kamu pengurus aktif dan alumni untuk terus belajar melestarikan kebudayaan dan melahirkan karya baru,” ungkap Ervita Ninda Iswantari, Ketua Swagayugama.

Dalam pagelaran ditampilkan Karawitan Uyon-Uyon yang memaknai hujan deras dengan hikmah adanya pelangi setelahnya, Tari Sari Sumekar yang merupakan rangkuman gerak gerak putri, Tari Klasik Srimpi Muncar, dan ditutup dengan Penampilan Sendratari Pakeling sebagai penampilan utama yang diangkat pada pagelaran ini. Sendratari Pakeling mengisahkan sebuah kerajaan yang ditimpa sebuah wabah penyakit. Penguasa dan masyarakat berusaha keras untuk bisa terlepas dari situasi sulit tersebut.

“Pakeling artinya adalah pengingat. Fungsinya adalah untuk mengingatkan kita semua tentang apa saja yang kita lalui dan apa saja yang sudah kita lewati terutama pada saat saat yang sulit masa pandemi Covid-19,” ungkap Dr. Novi Siti Kussuji I., M.Hum, Pembina UKM Swagayugama.

I Made C W Rediana sebagai Sutradara dari Sendratari Pakeling ini mengungkapkan Sendratari Pakeling merupakan salah satu cara berefleksi melalui seni. Ia juga berharap dengan sarana ini diharapkan kita semua dapat memaknai segala peristiwa yang telah dilalui dan siap menghadapi zaman yang lebih menantang.

“Sajian tari bukan hanya suatu pertunjukan tetapi saya menggunakan media ini sebagai media untuk refleksi. Kalau dalam padanan bahasa Jawa, terdapat banyak sekali padanan kata. Tetapi saya coba sesuaikan dengan nama lakon yaitu keling. Kemudian sajian ini saya beri nama Pakeling,” ujarnya.

Baca Juga:  Lindungi Sumber Air Songgoriti, Warga Gelar Tradisi Bersih Dandang dan Tusuk Bumi

Agus Hartono, S.E, M. Ec. Dev, Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan UGM, menuturkan bahwa tidak mudah untuk menyiapkan kegiatan ini karena terbatas sarana latihan akibat kondisi pandemi tetapi dengan adanya pagelaran ini, UKM Swagayugama dapat membuktikan walaupun banyak keterbatasan namun tetap berhasil untuk melaksanakan pagelaran. (*)

Redaksi

Mandirikan Desa Sejahterakan Rakyat

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: