Peluncuran “Dik Buto Makan Rembulan”: Menyenangkan Anak dengan Buku, Cerita, dan Topeng

Penulis buku cerita anak Zulfa Adiputri dan illustrator Matto Haq di Wuffy Space Yogyakarta, Minggu (9/4/2023). (Foto: Wiradesa)

YOGYAKARTA – Peluncuran buku “Dik Buto Makan Rembulan” di Wuffy Space Yogyakarta, Minggu 9 April 2023, berlangsung meriah. Kegiatan yang dikemas fun dan menyenangkan anak ini diisi dengan kegiatan pengenalan buku, cerita, membuat topeng, dan bermain di playground.

Saat memperkenalkan buku ceritanya, Zulfa Adiputri mengungkapkan latarbelakang penulisan buku cerita anak bergambar tersebut didasari pengalamannya sendiri sebagai seorang ibu. Waktu mau menidurkan anaknya yang berusia tujuh tahun, buah hatinya minta untuk didongengkan.

Sebagai seorang ibu yang menyukai cerita-cerita anak, Zulfa mencoba memenuhi keinginan anak kesayangannya. Waktu itu, jendela kamarnya terbuka dan di luar terlihat agak gelap karena awan mendung menyelimuti wilayah di sekitar tempat tinggalnya, Turi, Sleman. Spontan Zulfa teringat cerita Buto, si raksasa yang kuat.

Namun oleh Zulfa, tokoh Buto raksasa kuat dan menakutkan itu diceritakan dengan menyenangkan. Disesuaikan dengan kondisi anak sekarang. Menyebutnya tidak Buto Raksasa, tetapi Dik Buto. Semula anak tidak mengenal Buto, tetapi setelah dijelaskan Buto itu juga seperti manusia, ternyata anaknya suka.

Baca Juga:  Mulai Juli 2024 Gaji Pegawai RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Tidak Melalui BSI

Dari cerita kepada anaknya itu, lantas ada ide untuk menuliskannya dalam bentuk buku. Kemudian Zulfa juga memasukan nilai kehidupan kepada anak, khususnya tentang kecintaan terhadap lingkungan, peduli sesama, dan pengenalan pangan lokal.

Kak Zulfa membacakan bukunya di depan anak-anak. (Foto: Wiradesa)

Katika menjawab tentang tips membuat buku cerita anak, Zulfa mengaku tidak mikir dulu tentang pesan nilai yang akan disampaikan kepada anak dan orangtuanya. “Bagi kami, yang penting bagaimana membuat anak happy, senang. Kita gak usah mikir yang berat untuk menyampaikan pesan. Terpenting anak bisa berpetualang,” tegas Zulfa.

Sedangkan ilustrator buku “Dik Buto Makan Rembulan”, Matto Haq menjelaskan untuk menggambarkan tokoh Dik Buto, dia membuat beberapa karakter Buto, mulai dari siluet sampai bentuk jelas wajahnya. Akhirnya ditemukan tokoh cerita yang menyenangkan dan tidak menakutkan.

Tokoh Dik Buto itu dikenalkan kepada anak, dengan cara bersama membuat topeng. Kak Matto yang dibantu pemandu Kak Zidni dan Kak Adit membagi anak-anak menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok ada fasilitatornya dan anak-anak diminta menggambar dan mewarnai topeng Buto.

Baca Juga:  Masjid Agung Syahrun Nur di Tapanuli Selatan Jadi Destinasi Wisata Religi

Setelah Digambar dan diwarnai, terus dipotong dan jadilah topeng. Anak-anak semuanya memakai topeng buatannya sendiri dan mereka dengan bangga mengaum seperti Dik Buto. “Aummm…..,” teriak anak dengan gembira.

Sebelum membuat prakarya topeng Dik Buto, anak-anak dihibur oleh pendongeng Kak Didik dari Rumah Dongeng Mentari. Selain itu juga dibacakan buku cerita karya Kak Zulfa dan Kak Matto. Anak-anak bergembira, senang, dengan dongeng, pembacaan buku, dan pembuatan topeng.

Peluncuran buku “Dik Buto Makan Rembulan”. (Foto: Wiradesa)

Acara “Meluncur dan Bergembira Bersama Hujan Bumi dan Mentari” berlangsung meriah atas kerjasama Penerbit Humi (Hujan & Bumi), Rumah Dongeng Mentari, dan Wuffy Space. Kegiatan di bulan Ramadan ini penuh dengan pendidikan nilai-nilai karakter anak. Sehingga bagus untuk menyiapkan anak menjadi generasi masa depan yang suka membaca, kreatif, cinta lingkungan, peduli sesama, dan mencintai budaya lokal. (*)

Tinggalkan Komentar