Sambut Ramadan, Masjid NHK Kayen Gelar Pengajian Ahad Pagi

Ibu-ibu jamaah pengajian Ahad Pagi Masjid NHK pulang bawa sayuran. (Foto: Istimewa)

SLEMAN-Masjid Nurul Hidayah Kayen (NHK) Condongcatur dalam rangka menyambut bulan Ramadan 1447 H menggelar pengajian Ahad pagi dengan menyediakan 200 mangkuk soto seger plus teh hangat juga 200 paket sayuran, Minggu 1 Februari 2026.

Dalam sambutannya takmir Masjid NHK, Ari Yulianto S.Pd.Si menyampaikan bulan Syakban bulan persiapan untuk menguatkan fisik dan mental dalam menyambut Ramadan dengan memperbanyak ilmu. Kajian Ahad Pagi disampaikan oleh Prof. drh. Agung Budiyanto, M.P, Ph.D guru besar Fakultas Kedokteran UGM.

“Pagi ini meski diselingi hujan ringan bukan suatu rintangan apalagi halangan karena iman sudah tertanam kuat di dada bagi jamaah untuk menunaikan solat Shubuh di masjid. Alhamdulillah masjid ini termasuk masjid yang makmur, rutin yang sholat Shubuh sekitar 80 sd 90an jamaah dan pagi ini ada pengajian sambut Ramadan. Semakin banyak ada 10 shaf terdiri jamaah laki-laki 4 shaf dan jamaah putri 6 shaf dan Setiap shaf ada 22 orang sehingga yang hadir ada 220 jamaah,” ungkap Ari.

Ditambahkan Ari, tujuan pengajian sambut Ramadan 1447 H untuk menggembirakan jamaah, supaya jamaah agar semangat bersama sama memakmurkan dan dimakmurkan masjid dengan menyediakan sarapan bersama soto seger dan paket sayuran agar jamaah tetap sehat lahir dan batin.

Baca Juga:  Cukai Minuman Berpemanis Layak Segera Diterapkan

Sementara itu, Ustadz Prof. dr. H. Agung Budiyanto, M.P.Ph.D menyampaikan tausiah dalam menyambut Ramadan 1447 H. Ia mengajak jamaah dengan mempersiapkan ilmu puasa, Ilmu amalan sunah seperti sunah mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka. Juga dengan persiapan untuk selalu memperbanyak istighfar dan berdoa agar disampaikan pada bulan Ramadan tahun ini dan dapat menjalankannya dengan baik dan menjadi insan yang bertakwa.

“Marilah membekali diri dengan ilmu puasa (siap ilmu) dengan memahami fikih puasa dan makna puasa agar ibadah yang kita lakukan tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi mencapai derajat takwa. Bulan Ramadan adalah kesempatan untuk mendekatkan diri pada sunah-sunah Rasulullah SAW. Amalan-amalan sunah perlu diperbanyak untuk memaksimalkan pahala dengan memperbanyak istighfar dan taubat karena Ramadhan adalah momen terbaik untuk menebus dosa dan membersihkan diri dengan banyak istigfar dan tak kalah penting dalam menyambut bulan Ramadan dengan menyiapkan fisik dan hati,” ungkap Prof Agung.

Prof. Agung Budiyanto melanjutkan tausiah dengan menekankan bahwa Ramadan adalah waktu untuk mengakselerasi status sebagai ahlul jannah (penghuni surga).

Baca Juga:  Empat Jenis Kedelai dan Hasil Olahannya

“Semoga kita semua dapat mempersiapkan diri dengan baik dan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H dengan hati yang siap dan semoga kita dapat memaksimalkan pahala dan meraih ampunan Allah Swt,” tutupnya.

Usai doa dan selesai pengajian dilanjutkan santap sarapan soto seger bersama sambil menikmati teh hangat saat gerimis pagi dan saat pulang jamaah membawa paket sayuran yang berisi sawi, wortel dan sayuran lainnya.(*)

Tinggalkan Komentar