TP PKK Condongcatur Gelar Pelatihan Read Aloud untuk Perkuat Gerakan Literasi PAUD

Foto: Istimewa

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Condongcatur melalui Kelompok Kerja (Pokja) II menyelenggarakan Pelatihan Read Aloud bagi pendidik PAUD se-Kalurahan Condongcatur dan pengelola Perpustakaan Pustaka Loka Condongcatur. Acara berlangsung di Ruang Wacana Loka, Rabu 19 November 2025.

Pelatihan merupakan tindak lanjut dari Program Pokja II tingkat pusat, yaitu Gelari Pelangi (Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi), serta mendukung Program Ibu PAUD Kalurahan Condongcatur, yakni Gempur (Gerakan Mari Bercerita Penghantar Tidur) dan Cantik (baCA meNanam Tabiat baIK). Ketiga program tersebut berfokus pada penguatan literasi dan pembiasaan membaca sejak usia dini, baik di lembaga PAUD maupun di rumah dengan menghadirkan narasumber dari Komunitas Ready Aloud Jogja, Dessy Wahyu Utaminingsih.

Wakil Ketua Pokja II, Wiji Astuti yang menegaskan komitmen Pokja II dalam menghadirkan program-program yang bermanfaat.

“Pokja II PKK akan terus berupaya melaksanakan program-programnya untuk mewujudkan masyarakat yang berkualitas dan berdaya. Ini merupakan bentuk pengabdian sekaligus tanggung jawab kami sebagai Tim Penggerak PKK, mitra pemerintah kalurahan,” terang Wiji Astuti.

Baca Juga:  Tiga Permasalahan yang Dihadapi Peternak Kambing di Jatimulyo Kebumen

Sementara itu, Ibu PAUD Kalurahan Condongcatur yang juga sekaligus sebagai Ketua TP PKK Kalurahan Condongcatur, Dewi Nur Laila menekankan urgensi literasi dalam pendidikan anak usia dini.

“Kita harus melek literasi karena ini merupakan hal utama dalam pendidikan, dan itu harus dimulai sedini mungkin. Pelatihan read aloud salah satu usaha nyata yang bisa kita lakukan. Semoga ilmu hari ini dapat diamalkan sehingga kebermanfaatannya benar-benar dirasakan oleh anak-anak kita,” tutur Dewi Nur Laila.

Narasumber Dessy Wahyu Utaminingsih dari Komunitas Ready Aloud Jogja memaparkan teori dan teknik read aloud secara menarik, disertai mini games dan praktik langsung. Ia mengingatkan pentingnya konsistensi dalam membacakan cerita untuk anak.

“Membacakan cerita dengan nyaring selama 15 menit saja setiap hari, bersama anak dan orang tua, bisa membawa perubahan besar bagi kemampuan bahasa, imajinasi, dan kedekatan emosional mereka,” jelas Dessy.

Pelatihan berlangsung interaktif, peserta aktif bertanya, mencoba teknik membaca nyaring, dan mengikuti seluruh sesi hingga selesai. Mereka mengaku mendapatkan banyak wawasan baru yang bisa langsung diterapkan di lembaga maupun di lingkungan keluarga.

Baca Juga:  Empat Syarat Budidaya Itik Petelur

Melalui kegiatan ini, diharapkan budaya literasi di Condongcatur semakin kuat dan berkelanjutan, serta mampu membangun kolaborasi yang solid antara pendidik, orang tua, perpustakaan, dan PKK dalam mencetak generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter. (*)

Tinggalkan Komentar