Untuk Apa Koperasi Desa Merah Putih Didirikan?

Koperasi Desa Merah Putih (Ilustrasi: AI)

BEBERAPA bulan terakhir ini, desa-desa di Indonesia, termasuk di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berusaha mendirikan Koperasi Desa Merah Putih. Usaha ini dilakukan menindaklanjuti Inpres Nomor 9 Tahun 2025 dan Surat Keputusan Kemenkop Nomor 1 Tahun 2025.

Saat Wiradesa diminta memberi masukan pada aparat Kalurahan Srimulyo, Piyungan, Bantul, pada 18 Maret 2025, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pengawas dan pengurus Koperasi Desa Merah Putih. Untuk apa Kopdes MP didirikan? Masalah apa saja yang ingin dipecahkan?

Selain itu juga, apa saja yang perlu dilengkapi untuk eksistensi Kopdes MP? Bagaimana Kopdes MP menghasilkan uang? Bagaimana tahap bisnisnya? Sumber permodalannya dari mana saja?

UNTUK APA KOPDES MP DIDIRIKAN?

Setidaknya ada enam hal yang harus menjadi perhatian oleh pengurus Kopdes MP. Pendirian Kopdes MP untuk:

• Menggerakkan perekonomian di kalurahan setempat.

• Menghilangkan ketergantungan dengan rentenir.

• Memutus jerat pinjaman online (pinjol).

• Membeli hasil (produksi) petani dengan harga standar (stabil).

• Menyediakan kebutuhan sembako.

Baca Juga:  UGM Buka Pendaftaran Pengawas Independen Pemilu 2024 Bagi Mahasiswa

• Melayani warga desa untuk berobat dengan murah.

MASALAH APA YANG INGIN DIPECAHKAN?

Pendirian Kopdes MP untuk memecahkan berbagai persoalan desa, antara lain:

-Mengatasi kesenjangan ekonomi antara kota dan desa.

-Menghapuskan rentenir yang menjerat petani dan warga desa.

-Melepaskan cengkeraman pinjol yang mewabah ke perdesaan.

-Mengatasi persoalan harga produksi petani anjlok (turun) saat panen raya, tidak ada offtaker (pembeli).

-Memenuhi pasokan bahan kebutuhan hidup (produk pangan) masyarakat desa yang selama ini tidak lancar.

-Mengupayakan biaya berobat tidak mahal.

KOPDES DILENGKAPI APA SAJA?

Kantor koperasi.

Outlet penjualan sembako (barang konsumsi).

Outlet simpan pinjam (modal kerja rakyat desa).

Klinik pengobatan dan apotek.

Garasi armada pengangkut produk petani.

BAGAIMANA KOPDES MENGHASILKAN UANG?

• Optimalisasi kantor kopdes untuk digital marketing, membangun jaringan, meningkatkan SDM.

• Jual beli kebutuhan pokok masyarakat desa.

• Simpan pinjam dengan pendapatan (kesepakatan bersama).

• Jasa klinik dan jumlah pendapatan apotek (selisih harga beli dan jual obat).

• Pendapatan dari jual beli produksi petani, peternak (beras, sayur, ternak).

Baca Juga:  Pembiaran terhadap RUU PPRT Preseden Buruk Bagi Kepemimpinan DPR Mendatang

• Sewa truk (armada/mobil koperasi).

BAGAIMANA TAHAP BISNISNYA?

Revitalisasi (SDM, tata kelola) koperasi unit desa.

Perencanaan bisnis toko kelontong.

Perencanaan simpan pinjam yang sesuai dengan kemampuan ekonomi warga desa.

Perencanaan unit usaha klinik dan apotek.

Perencanaan jual beli hasil petani.

Penentuan harga sewa armada koperasi.

APA YANG KOPDES INGINKAN?

Permodalan dari:

• Dana Desa

• APBN

• APBD

• Pinjaman bunga lunak dari Himpunan Bank Milik Negara (BNI, BRI, Mandiri, dan BTN)

• Investor (swasta atau anggota).

Pemerintah akan memberikan modal awal untuk Koperasi Desa Merah Putih sekitar Rp 5 miliar. Skemanya berbentuk pinjaman yang akan disalurkan melalui Himpunan Bank Negara (Himbara).

Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Kalurahan/Desa sebaiknya dikelola oleh anak-anak muda (kaum milenial) dan diawasi oleh tokoh koperasi desa yang dulu menjadi pengurus Koperasi Unit Desa. Pengelolaannya dituntut profesional berbasis digital. (*)

Tinggalkan Komentar