11 Lurah di Sleman Ikuti Penguatan Kamtibmas untuk Deteksi Dini Kerawanan Wilayah

Foto: Istimewa

SLEMAN-Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kelurahan, dan Kependudukan Sipil (DPMKKPS) DIY memfasilitasi pertemuan strategis penguatan kamtibmas bagi 11 lurah di wilayah Sleman. Acara berlangsung di kantor DPMKKPS DIY, Rabu, 22 April 2026.

Hadir dalam pertemuan tersebut para lurah dari 11 wilayah kunci di Sleman yaitu lurah Sinduadi (Mlati), Sendangadi (Mlati), Caturtunggal (Depok), Condongcatur (Depok), Triharjo (Sleman),Tamanmartani (Kalasan), Harjobinangun (Pakem), Wukirsari (Cangkringan), Tirtomartani (Kalasan), Sidoluhur (Godean) dan lurah Purwobinangun (Pakem). Acara dibuka Kepala Dinas DPMKKPS DIY, KPH. Yudanegara, Ph.D.

Dalam sambutannya, KPH. Yudanegara menekankan pentingnya sinergi antara kalurahan dan kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan, sesuai arahan langsung untuk memperkuat deteksi dini kerawanan wilayah.

“Sinergi kalurahan dan kepolisian jadi kunci. Lurah sebagai ujung tombak pemerintahan harus aktif membangun komunikasi dengan Bhabinkamtibmas & Polsek. Tujuannya memperkuat deteksi dini terhadap potensi kerawanan sosial, kriminalitas, dan konflik warga karena keamanan lingkungan. Bukan hanya tugas polisi saja tetapi tugas kita semua sehingga apabila kalurahan dan warga ikut aktif melakukan deteksi dini maka potensi gangguan bisa dicegah sebelum jadi kejadian,” tutur Yudanegara.

Baca Juga:  Prof Nurul Indarti, Guru Besar Perempuan Pertama di Prodi Manajemen FEB UGM

Sementara itu, Dirintelkam Polda DIY, Kombes Pol. Daru Tyas Wibawa, S.I.K., S.H., M.H memaparkan analisis situasi keamanan terkini di DIY serta langkah-langkah teknis pengawasan wilayah. Termasuk optimalisasi peran kelompok Jaga Warga di tingkat akar rumput.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Deteksi dini paling efektif ada di tingkat RT/RW. Karena itu peran Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan lurah harus menyatu dengan kelompok Jaga Warga sebagai “sensor” pertama di lapangan. Keamanan itu investasi. Kalau lingkungan aman, ekonomi jalan, warga tenang. Kuncinya cuma satu: cepat tahu, cepat lapor, cepat ditangani bersama,” terang Daru Tyas Wibawa. (*)

Tinggalkan Komentar