Hoaks, Ujaran Kebencian dan Konten Provokatif Masih Marak, Bidhumas Polda DIY Ajak Diskusi Netizen Yogya

Di hadapan netizen Yogya, Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menilai, ruang digital jadi salah satu penentu kondusivitas masyarakat. (Foto: Istimewa)

SLEMAN-Bidang Humas (Bidhumas) Polda DIY melaksanakan kegiatan pembinaan bagi netizen dengan mengusung tema pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di jagat maya. Acara tersebut berlangsung di Aula Promoter Polda DIY Kamis 23 April 2026.

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan SIK CPHR pada kesempatan tersebut menyatakan masyarakat digital punya peranan penting dalam menjaga stabilitas informasi di ruang siber. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi berdampak signifikan terhadap pola interaksi sosial masyarakat. Dia menilai ruang digital kini menjadi salah satu faktor penentu kondusivitas di tengah masyarakat.

“Tantangan terbesar di ruang digital saat ini diantaranya maraknya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan konten provokatif yang berpotensi memecah persatuan. Karena itu diperlukan kesadaran kolektif dari para pengguna media sosial untuk tetap bijak dalam memproduksi dan menyebarkan informasi,” terang Kombes Pol Ihsan.

Pembinaan para netizen menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan dari pemerintah daerah yang memberikan perspektif ilmiah mengenai literasi digital dan etika bermedia sosial. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya verifikasi informasi serta pemahaman terhadap konsekuensi hukum di ruang digital.

Baca Juga:  Setup Jambu Bu Sinem Alun-alun Kotagede Rasanya Manis Nikmat dan Sedap

Salah satu peserta Adnan Iman Nurthahjo menyatakan komitmennya untuk mendukung terciptanya ekosistem informasi yang sehat. Menurut Adnan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) memiliki peran strategis dalam menjembatani arus informasi antara pemerintah dan masyarakat.

Adnan yang juga ketua KIM Pararta Guna Gamping menuturkan kehadiran influencer, konten kreator, dan para pegiat informasi pada kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya kolaboratif dalam menjaga stabilitas kamtibmas di dunia maya.

“Diskusi berlangsung dinamis. Banyak pertanyaan dan masukan dari peserta terkait strategi menghadapi disinformasi. Para peserta juga praktik dalam mengelola konten edukatif dan berdampak positif bagi masyarakat,” terang Adnan. (*)

Tinggalkan Komentar