PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga mampu menghasilkan 300 ton lada kering per tahun. Lada yang dihasilkan di wilayah Kecamatan Pengadegan dan Kejobong tersebut memiliki kualitas ekspor.
“Ada 530 hektar kebun lada di Kabupaten Purbalingga. Dalam setahun panen satu kali selama tiga bulan. Per tahun mamlu menghasilkan 300 ton,” kata Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga Mukodam, disela-sela ekspor perdana lada ke Jepang di Halaman Pendapa Dipokusumo, Senin, 24 Oktober 2022.
Dijelaskan, sentra penghasil lada hanya ada di dua kecamatan yang menjadi penghasil lada di Purbalingga. “Baru bisa dikembangkan di dua wilayah tersebut. Sebab, kondisi wilayah di dua kecamatan tersebut sangat memungkinkan untuk ditanam lada,” jelasnya.
Dia menjelaskan, kelompok tadi lada mendapatkan pendampingan. Kualitasnya juga sudah diakui oleh dunia internasional.
“Lada kita (Purbalingga, red) akan dipamerkan di Eropa. Yakni, di Turki, Belanda dan Spanyol. Ini membuktikan kualitas lada kota sudah sangat bagus,” ujarnya.
Sementara itu, petani lada di Kabupaten Purbalingga mengekspor perdana lada ke luar negeri. Sebanyak 20 ton lada produksi petani lada di Kecamatan Kejobong dan Kecamatan Pengadegan diekspor ke Jepang.
“Hari ini (Senin, red), secara simbolis mengekspor perdana lada ke Jepang sebanyak 5 ton. Total ada 20 ton yang dikirimkan ke Jepang. Namun, yang dibawa ke Pendapa Dipokusumo untuk simbolis ada 5 ton,” jelas Asisten 2 Sekda Purbalingga Agus Winarno.
Dia menjelaskan, ke depan petani lada di dua kecamatan tersebut mendapatkan pesanan 300 ton hingga tahun 2024. “Ini merupakan ekspor perdana. Jika rekanan di Jepang puas. Maka ke depan total yang diekspor bisa mencapai 300 ton,” jelasnya.
Dia menyebutkan, potensi produksi lada di Purbalingga mencukupi pesanan dari Jepang tersebut. Sebab, per tahun total produksi lada di Purbalingga mencapai 300 ton per tahun. (Prima Intan DI)







