PURBALINGGA – Di dalam tim nasional tenis lapangan Indonesia, yang akan berlaga dalam babak play off Piala Davis di Vietnam pada 4-5 Februari 2023 mendatang, ternyata terselip warga kabupaten Purbalingga. Yakni, Suharto, warga Desa Karangtengah, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga.
Keikutsertaan pria yang dikenal dengan panggilan Bohar ini, bukan sebagai atlet Tim Piala Davis Indonesia. Namun, sebagai anggota tim medis, atlet tenis lapangan Indonesia, yang akan berlaga menghadapi tuan rumah Vietnam di Hanaka Ocean Paris Tennis Stadium, Tu Son City, Vietnam.
Beberapa waktu lalu, Suharto mengungkapkan mendapatkan tawaran menjadi anggota tim medis oleh staff dari Kementerian Olahraga RI. Dia diproyeksikan menjadi messeur atau tukang pijat tim nasional tenis lapangan.
Dia pun berangkat ke Jakarta untuk bergabung dengan tim medis Piala Davis Indonesia, akhir Desember 2022 lalu. “Saya diminta menangani atlet Pelti, yang akan berangkat ke Vietnam,” ujarnya.
Dia mengaku tak mengira, tukang pijat yang berasal dari desa, dipercaya menjadi tim messeur, atlet nasional yang akan terjun dalam kejuaraan internasional. Sebelumnya, paling banter dia hanya menjadi anggota tim medis KONI Purbalingga dan tim sepakbola Persibangga Purbalingga.
Namun, keberhasilannya menangani cedera sejumlah atlet, berhasil mengantarkan dirinya menjadi bagian tim nasional tenis lapangan Indonesia.
Di Tim Piala Davis, Bohar akan menjadi tim messure bagi atlet andalan tenis lapangan tanah air. Yakni, kakak beradik, David Agung Susanto dan Anthony Susanto serta Christopher Rungkat.
“Saya membawa nama Purbalingga di sini (pelatnas tenis lapangan, red). Jadi saya akan bekerja sebagi mungkin, untuk membawa nama baik Purbalingga,” jelasnya.
Meski dia mengaku juga berat meninggalkan Purbalingga ke Jakarta. Sebab, dia memiliki banyak pasien yang berobat ke rumahnya di Desa Karangrengah. Baik untuk pijat kebugaran, cedera atau terapi syaraf kejepit.
Meskipun hanya tukang pijat dari desa, Bohar memiliki sertifikat untuk penanganan cedera. Bahkan, dia merupakan lulusan terbaik penanganan cedera olahraga tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2022 dengan predikat baik. (Prima Intan DI)







