Menanam kelapa kopyor, dengan bibit sistem kultur jaringan, cocok untuk “slow living” di desa. Karena jenis kelapa ini, selain bagus untuk “healing”, juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Baik untuk “healing”, karena pohon kelapa kopyor terlihat indah dan lingkungan tampak asri. Pohonnya pendek, daunnya rimbun, dan buahnya banyak. Apalagi, warna buahnya bermacam-macam, ada orange, hijau, dan kuning gading.
Dengan pohon yang pendek, buahnya lebat berwarna-warni, dan daunnya yang indah, maka bibit kelapa kopyor bagus jika ditanam di sekitar tempat tinggal. Indah dan asrinya pohon kelapa kopyor akan menyejukkan dan mencerahkan pikiran pemiliknya.
Tanaman kelapa kopyor juga bernilai ekonomis yang tinggi, karena kelapa kopyor hasil rekayasa Prof. Sisunandar PhD. dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) ini harga jual buah dan bibitnya tinggi. Selain itu waktu tanamnya pendek dan buahnya banyak.
Harga buah kelapa kopyor hasil kultur jaringan sampai Rp 50 ribu per buah. Harga satu bibitnya Rp 1,5 juta. Waktu buahnya dari awal tanam sampai berbunga sekitar 18 bulan. Buahnya satu janjang ada yang mencapai 24 butir kelapa.
Kelapa kopyor hasil kultur jaringan tersebut sudah ditanam atau dibudidayakan di lahan Kampus Tani Desanomi Padukuhan Gelangan, Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ada 44 tanaman kelapa kopyor yang ditanam di area Kampus Tani Desanomi. Usia tanamnya sekitar 3 tahun, tetapi sudah berbuah lebat. Ada satu pohon kelapa kopyor yang berbuah 8 janjang berisi 192 butir.
“Kelapa kopyor kultur jaringan ini umur 18 bulan sudah berbunga dan bisa panen setiap bulan,” ungkap Pramono, salah satu penjaga kebun Kampus Tani Desanomi di Dusun Salam Padukuhan Gelangan, Jumat 8 Mei 2026.
Cara tanam dan perawatannya mudah. Kelapa kopyor bagus ditanam di lahan dengan ketinggian di bawah 800 mdpl dan langsung terkena sinar matahari. “Semakin panas semakin baik,” jelas Pramono.
Hama yang menyerang tanaman kelapa kopyor, biasanya wawung atau kumbang bertanduk. Tapi penanganannya mudah, tinggal diambil atau disemprot pakai cairan pembunuh hama tanaman.

Pelestari Tanaman
Kampus Tani Desanomi berkomitmen untuk mengembangkan kegiatan pelestarian tanaman, pendidikan berbasis praktik, penguatan petani, dan pemberdayaan ekonomi desa. Budidaya tanaman kelapa kopyor menjadi salah satu perhatiannya.
Tanaman kelapa kopyor realisasi dari teknik kultur jaringan, hasil penelitian Prof. Nandar, layak dilestarikan. Hasil karya dosen UMP ini bisa dibudidayakan oleh para petani dan diyakini bisa meningkatkan pendapatan para petani.
Kelapa Kopyor hasil sistem kultur jaringan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Untuk satu bibitnya saja harganya Rp 1,5 juta. Buahnya per butir Rp 50 ribu. “Bibit kelapa kopyor yang buahnya warna orange itu harganya satu setengah juta (rupiah),” ujar Guron Septo Harjo, Ketua Pengurus Yayasan Kampus Tani Desanomi, Jumat 8 Mei 2026.
Upaya Kampus Tani Desanomi untuk menguatkan dan memberdayakan petani, serta meningkatkan perekonomian desa menarik perhatian GKR. Hemas, senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil DIY.
Pada Kamis 7 Mei 202 6, Kanjeng Ratu berkunjung ke Kampus Tani Desanomi di Padukuhan Gelangan, Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, dan berdiskusi dengan para pengelola, para petani, dan para pejabat organisasi perangkat daerah terkait.
Kunjungan Kanjeng Ratu menyemangati para pengurus Yayasan Kampus Tani Desanomi untuk terus mengembangkan kegiatan pelestarian tanaman, pendidikan berbasis praktik, penguatan petani, dan pemberdayaan ekonomi desa. (Ono)







