Pengajian Rutin SMP Negeri 2 Kalasan, Orang Tua dan Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter Siswa

Pengajian rutin di Masjid Al Huda SMP Negeri 2 Kalasan, Sabtu (9/5/2026). (Foto: Wiradesa)

SLEMAN – Paguyuban Orang Tua Murid (POT) Kelas 7 SMP Negeri 2 Kalasan menggelar pengajian rutin di Masjid Al Huda SMP Negeri 2 Kalasan, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan antara orang tua, sekolah, dan siswa dalam mendukung pendidikan karakter serta penguatan keimanan anak.

Pengajian menghadirkan penceramah Tugiyo Abdullah yang menyampaikan materi tentang pentingnya shalat lima waktu dalam membentuk karakter siswa.

Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 2 Kalasan, Ridwan Sularjo, yang mewakili Kepala SMP Negeri 2 Kalasan Hadi Suparmo, mengatakan pengajian rutin menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan nilai spiritual bagi orang tua dan siswa.

“Pengajian POT merupakan salah satu wahana atau tempat untuk saling menjalin dan mempererat silaturahmi antara orang tua dengan sekolah,” ujar Ridwan dalam sambutannya.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk meningkatkan pengetahuan agama dan memperkuat keimanan di tengah tantangan perkembangan zaman.

“Pengajian menjadikan tempat untuk upgrade ilmu pengetahuan dan meningkatkan keimanan kita,” katanya.

Ridwan menuturkan pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan sinergi yang kuat antara guru dan orang tua.

Baca Juga:  Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Kejobong, Ajak Siswa Hindari Tawuran

Ia berharap kegiatan pengajian rutin dapat terus berlangsung sebagai sarana berbagi nilai-nilai kebaikan dan memperkuat pendidikan karakter siswa.

Sementara itu, Ketua POT Kelas 7 SMP Negeri 2 Kalasan, Yudiati Ratih Prasasti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap masa depan anak-anak.

“Anak-anak tidak hanya membutuhkan sekolah yang baik, tetapi juga rumah yang hangat, orang tua yang mau mendengar, dan lingkungan yang penuh doa,” ujar Yudiati.

Menurut dia, tantangan mendidik anak di era digital semakin kompleks sehingga diperlukan kerja sama antara keluarga dan sekolah.

Dalam ceramahnya, Ustadz Tugiyo Abdullah menekankan bahwa shalat lima waktu memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak dini.

Ia mengatakan anak yang terbiasa menjaga shalat akan belajar disiplin, tanggung jawab, dan mampu mengendalikan diri.

“Shalat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga pendidikan karakter yang luar biasa,” ujar Tugiyo.

Ia juga mengingatkan pentingnya keteladanan orang tua dalam mendidik anak.

“Jangan hanya menyuruh anak shalat, tetapi berikan teladan. Biasakan shalat berjamaah di rumah dan ciptakan suasana keluarga yang dekat dengan Al-Qur’an dan ibadah,” katanya.

Baca Juga:  Bukber PWI DIY Hadirkan Penceramah KH Imam Subarno

Melalui kegiatan tersebut, POT Kelas 7 SMP Negeri 2 Kalasan berharap hubungan antara orang tua, sekolah, dan siswa semakin erat sehingga mampu menciptakan generasi yang berakhlak baik dan berprestasi. (*)

Tinggalkan Komentar