Menyatu dengan Alam, Siswa SMP Negeri 1 Pengasih Uji Kekompakan lewat Susur Sungai di Segajih Live In

Para siswa SMP Negeri 1 Pengasih berpegangan pada tali menyusuri arus sungai di Segajih Live In. (Foto: Istimewa)

KULONPROGO – Ratusan siswa SMP Negeri 1 Pengasih mengikuti kegiatan outing class yang penuh keseruan di kawasan Segajih Live In Rabu 13 Mei 2026. Berbeda dengan rutinitas belajar di dalam kelas, kali ini para siswa ditantang untuk menyatu dengan alam melalui rangkaian kegiatan outbound dan susur sungai.

Kegiatan susur sungai menjadi daya tarik utama dalam agenda ini. Dengan mengenakan seragam olahraga merah khas sekolah, para siswa tampak antusias melintasi arus sungai, memanjat bebatuan, hingga saling bantu melewati rintangan air menggunakan tali pengaman.

Ali Subkhan, selaku pengelola sekaligus pemandu di Segajih Live In, mengungkapkan bahwa susur sungai sengaja dikonsep bukan sekadar wisata air biasa, melainkan sebagai media pembelajaran luar ruangan yang efektif.

“Susur sungai menjadi atraksi primadona di sini. Tujuannya menyatukan siswa dengan alam serta mengenalkan lingkungan secara langsung. Lebih dari itu, ini adalah pembelajaran karakter tentang kebersamaan dan membuang sikap egois. Di sungai, mereka harus saling jaga,” ujar Ali Subkhan.

Kepala SMP Negeri 1 Pengasih, Sri Harini, S.Pd., M.Pd., yang turut memantau jalannya kegiatan, menyampaikan outing class merupakan bagian penting dari kurikulum sekolah untuk memperluas wawasan siswa di luar teks buku.

Baca Juga:  Setda DIY Gelar FGD Penyusunan Rancangan Pergub DIY tentang Pelaksanaan Perda Nomor 4 Tahun 2023

“Kegiatan outing class sebagai sarana pengenalan lingkungan kepada siswa. Kami ingin mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki kepekaan terhadap alam sekitar dan memiliki mental yang kuat melalui kegiatan outbound seperti ini,” jelas Sri Harini.

Berdasarkan pantauan di lokasi, keceriaan terpancar dari wajah para siswa meskipun harus basah kuyup. Beberapa poin utama yang terekam dalam kegiatan diantaranya kerja sama tim.

Siswa belajar mengulurkan tangan dan berbagi tumpuan saat melewati bebatuan yang licin. Susur sungai juga melatih mental siswa untuk menghadapi tantangan fisik di alam terbuka.

Di samping itu para siswa diajak mengenal vegetasi dan kondisi sungai secara langsung di wilayah Pengasih dan sekitarnya.

Diharapkan kegiatan tersebut dapat menyegarkan pikiran para siswa sebelum kembali bergelut dengan aktivitas akademik di sekolah, sekaligus mempererat ikatan persahabatan antarsiswa. (Sukron)

Tinggalkan Komentar