ROY Galor, storyteller asal Inggris mengapresiasi buku “5 Pilar & 7 Tangga (Sekolah Jurnalisme Desa”. Aktivis dongeng yang peduli dengan kelestarian alam ini ingin sekali menerjemahkan buku karya Sihono HT, Founder Wiradesa Group, dalam Bahasa Inggris.
Buku “5 Pilar & 7 Tangga” merupakan panduan bagi peserta Sekolah Jurnalisme Desa atau berbagai pihak yang peduli dengan kehidupan perdesaan di Indonesia. Lima Pilar meliputi desa sebagai objek liputan, wartawan sebagai subjek pembuat karya, karya jurnalistik peduli desa, media sebagai penyampai, dan khalayak sebagai audience.
Sedangkan Tujuh Tangga merupakan tujuh tahapan pada Sekolah Jurnalisme Desa, meliputi pembekalan, perencanaan liputan, pengumpulan bahan, pembuatan karya, penyuntingan, penayangan karya, dan tindak lanjut setelah karya peduli desa itu dipublikasikan.
Buku karya Sihono HT ini merupakan panduan praktis bagi siapa pun yang ingin memahami dan menerapkan jurnalisme dengan pendekatan sensitif, kritis, dan solutif. Sebuah pendekatan untuk membaca permasalahan masyarakat desa, kritis menganalisis masalah warga desa, dan mampu memberikan jalan keluar untuk memecahkan persoalan masyarakat desa.

“Thank you very much. This is a great book for me. Terimakasih banyak,” ujar Roy Galor saat menerima buku “5 Pilar & 7 Tangga” dari penyusunnya Sihono HT di area Persawahan Banjararum, Kalibawang, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin 29 Juni 2026.
Roy Galor berada di Yogyakarta selama 10 hari sejak Jumat 26 Juni sampai Minggu 5 Juli 2026. Storyteller Inggris ini diprogramkan tampil bersama pendongeng Indonesia, Rona Mentari, pada pertunjukan Folktales for The Living Earth di Tembi Historical Home Yogyakarta, Sabtu 4 Juli 2026 mulai pukul 15.00 sampai 18.00.
Saat berada di Yogyakarta, Roy Galor berkesempatan mengunjungi Candi Borobudur, bangunan bersejarah yang diimpikan untuk didatangi. Untuk merealisasikan mimpinya, Ayu Purbasari dari Rumah Dongeng Mentari dan Sihono HT (Wiradesa Group) mendampinginya untuk berkunjung ke Candi Budha terbesar di dunia tersebut.
Dalam perjalanan dari Yogyakarta (Daerah Istimewa Yogyakarta) ke Magelang (Jawa Tengah), Senin 29 Juni 2026, setidaknya ada tiga hal yang memikat mata dan hati Roy Galor, seorang pendongeng profesional asal Inggris.
Ketiga hal yang memikat mata dan hati Roy yang akan tampil bersama Rona Mentari, pendongeng profesional Indonesia di Rumah Budaya Tembi Bantul, Sabtu 4 Juli 2026, itu adalah tandur, bumbu dapur, dan Borobudur. Kisah antara tandur, bumbu dapur, dan Borobudur dituangkan dalam karya jurnalistik selanjutnya. (*)







