Advertisement
HAWS
SCROLL TO CONTENT ↓

Malam Tirakatan di Padukuhan Karangwetan Kulonprogo, Prosesi Doa Dipimpin Pemuka Tiga Agama

Potong tumpeng oleh Dukuh Suwaldi diserahkan kepada perwakilan generasi muda. (Foto: Waspodo)

KULONPROGO-Semarak Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI dirayakan warga Padukuhan Karangwetan Salamrejo, Sentolo dengan beragam kegiatan. Kegiatan diawali kerja bakti warga dengan mengecat gapura, memasang umbul-umbul di awal Agustus 2026.

Gelaran lomba-lomba khas Agustusan juga diselenggarakan yakni lari estafet kelereng, lomba pecah air, makan kerupuk, estafet karet diikuti anak-anak usia SD. Lomba ibu-ibu diantaranya estafet kelereng, lari balon, dan estafet karet. Sedangkan untuk bapak-bapak digelar lomba futsal sarung. Puncak kegiatan Peringatan Hari Kemerdekaan yakni malam tirakatan pada Minggu 16 Agustus 2026 malam bertempat di joglo milik salah satu warga RT 18.

“Acara malam tirakatan mengundang seluruh warga Karangwetan. Prosesi malam tirakatan diisi panembromo, pembacaan doa bersama dipimpin pemuka tiga agama: Islam, Kristen dan Katolik secara bergiliran. Pembacaan sambutan malam tirakatan dari Gubernur DIY dan hiburan serta pembagian doorprize dan hadiah pemenang lomba,” ucap Waspodo, selaku seksi acara malam tirakatan Padukuhan Karangwetan.

Dalam sambutan yang dibacakan Dukuh Karangwetan Suwaldi, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengajak masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa serta mendoakan arwah para syuhada. Tak sedikit rakyat dan prajurit gugur demi tegaknya kemerdekaan.

Baca Juga:  Mahasiswa Amikom Yogyakarta Sosialisasi Digital Marketing di Komunitas UMKM Padukuhan Joho

“Maka sudah sepatutnya pada malam tirakatan kita menundukkan hati, bersyukur atas warisan kemerdekaan yang kita terima,” ucap Suwaldi membacakan teks sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X. Sultan juga mengajak masyarakat untuk introspeksi agar memetik hikmah dari setiap dinamika yang dilalui. Tak lupa untuk senantiasa meneguhkan tekad untuk menjaga sungguh-sungguh menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat adil dan makmur.

Acara melibatkan generasi muda karangtaruna dan warga dalam menyiapkan tempat hingga pelaksanaan malam tirakatan. Pentas seni diisi paduan suara muda mudi Karangwetan, panembromo oleh kaum ibu. (Sukron)

Tinggalkan Komentar