Advertisement
HAWS
SCROLL TO CONTENT ↓

Festival Dolanan Aksara 2026, Menghidupkan Aksara Jawa melalui Bermain, Seni dan Imajinasi

Pentas tari pada Festival Dolanan Aksara melibatkan anak-anak dalam latihan dan penciptaannya. (Foto: Istimewa).

BANTUL-Aksara bukan sekadar bentuk dan bunyi melainkan sebagai sumber pengetahuan, ingatan, identitas, dan imajinasi, yang dapat berkembang menjadi gambar, tokoh, gerak, cerita hingga karya seni. Penjabaran tersebut hadir utuh dalam Festival Dolanan Aksara 2026 yang diselenggarakan Yayasan Sekolah Sungai Siluk di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Bantul.

Festival berlangsung sejak Februari hingga puncaknya 24-28 Oktober 2026, diisi dengan berbagai acara. Diantaranya Focus Grup Discussion (FGD), workshop wayang kertas, workshop boneka kaos kaki, menulis aksara di atas ban bekas, workshop tari laku wening hingga sungging wayang.

Penanggung jawab kegiatan festival sekaligus penggerak Yayasan Sekolah Sungai Siluk, Kuat mengatakan Festival Dolanan Aksara 2026 mengangkat tema Nggambar Aksara Nari Carita. Hadir pada puncak acara Kurator Seni Rupa Dr Suwarno Wisetrotomo MHum.

“Setiap kegiatan dirancang sebagai ruang untuk belajar, bermain, mencipta, berinteraksi dengan kebudayaan secara langsung,” ungkap Kuat, Selasa 27 Oktober 2026.

Kuat menuturkan, festival yang didukung Kementerian Kebudayaan RI dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), turut melibatkan kalangan anak-anak, seniman, pegiat literasi, pelaku budaya serta masyarakat.

Baca Juga:  Ki Edi Warseno Produksi Wayang Dipasarkan Sampai Ibukota

“Salah satu agenda utama dalam festival ini yakni pameran seni rupa aksara bertajuk membaca huruf menaksir rupa. Konsep yang diusung: 20 aksara, 20 seniman, 20 tafsir rupa,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, 20 aksara Jawa menjadi titik awal penciptaan karya seni rupa oleh 20 seniman. Tiap seniman menghadirkan tafsiran berdasarkan pengalaman, gagasan, teknik, dan karakter artistik masing-masing. Selain pameran seni rupa ditampilkan pula pementasan tari laku wening. Karya tari yang terinspirasi perjalanan Sekolah Sungai Siluk dalam merawat sungai, lingkungan, literasi dan kebudayaan.

Tari laku wening menggambarkan perjalanan manusia melalui empat tahapan: laku peteng, laku tumandang, laku padang, laku wening. Tarian melibatkan anak-anak dalam latihan dan penciptaannya. Tari laku wening sebuah pembelajaran yang mempertemukan gerak, cerita, pengalaman lingkungan dan nilai kebersamaan. Karya tari laku wening digagas Kuat dengan komposisi musik Ria Setiawan, koreografi Dhani Candra.

Ditambahkan Kuat, dukungan pendanaan dari Kementerian Kebudayaan RI dan LPDP merupakan bagian penting dalam mendorong inisiatif memajukan kebudayaan yang berangkat dari masyarakat. Melalui dukungan tersebut Yayasan Sekolah Sungai Siluk mengembangkan festival bukan sebatas peristiwa seni dan pertunjukan tapi sebagai proses pendidikan, penciptaan, pewarisan pengetahuan, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam kehidupan kebudayaan. Festival menunjukkan pemajuan kebudayaan dapat tumbuh dari ruang sederhana di kampung. Melibatkan kolaborasi masyarakat, anak-anak, komunitas, dan pihak pihak yang peduli.

Baca Juga:  Jagongan Budaya #2: Mengulik Sejarah Sanggar Kesenian Krido Budi Utomo

Sekolah Sungai Siluk bermula dari sebuah gerakan taman baca di kolong Jembatan Siluk pada 2016. Sekolah Sungai Siluk kemudian tumbuh sebagai ruang belajar alternatif melibatkan anak-anak, pemuda, seniman, relawan dan masyarakat dalam kegiatan kreatif dan kegiatan budaya.

Kurator seni rupa Dr Suwarno Wisetrotomo MHum hadir dan membuka kegiatan puncak Festival Dolanan Aksara 2026. (Foto: Istimewa).

Kuat memandang, Festival Dolanan Aksara sebagai bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara generasi muda dan kebudayaannya.

“Bagi Sekolah Sungai Siluk, pelestarian kebudayaan tidak cukup dilakukan dengan menjaga bentuk tradisi agar tetap ada tetapi juga dengan menciptakan ruang agar masyarakat utamanya anak-anak dapat mengenal, mengalami, mencintai dan mengembangkan sesuai zamannya,” ungkapnya. (Sukron)

Tinggalkan Komentar