Botanical Smartpark SMA UII di Jalan Pleret Potorono, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan tempat untuk konservasi dan budidaya tanaman rempah dan herbal. Namun, salah satu yang menarik di lahan sekitar 5.000 meter persegi ini terdapat area untuk budidaya Kelor, Cabe Jawa, dan ikan dalam satu sistem.
Sistem budidaya Kelor, Cabe Jawa, dan ikan dalam satu lahan itu disebutnya Mina Kelor Cabe Jawa. “Jika di tempat lain ada Mina Padi, di sini ada Mina Kelor dan masih ditambah dengan tenaman Cabe Jawa,” ujar Sahuri MPd (Koordinator Botanical Smartpark SMA UII) saat bersama Sihono HT (Founder Wiradesa Group) di Botanical Smartpark, Kamis 12 Juni 2025.
Sahuri yang juga Wakil Kepala Sekolah (Bidang Sarpras) SMA UII menjelaskan, Botanical Smartpark SMA UII menempati lahan seluas 5.000 m2 di Padukuhan Mertosanan Kulon, Potorono. Area yang dulu bekas penggilingan limbah plastik, banyak bongkahan beton, dan tidak produktif, setelah diolah kini menjadi lahan yang bisa ditanami berbagai jenis tanaman rempah-rempah dan tanaman herbal untuk keperluan koleksi, penelitian, kewirausahaan, dan konservasi eks-situ (di luar habitat).
Area Botanical Smartpark SMA UII terbagi dalam 4 blok. Blok A dan B untuk tanaman konservasi. Blok C dan D untuk tanaman budidaya. Mina Kelor atau sistem budidaya tanaman Kelor, Cabe Jawa, dan ikan tersebut berada di Blok C dan D. Lahannya dibuat bedeng-bedeng. Setiap bedeng ditanami Kelor dan Cabe Jawa yang berambat di tanaman Kelor. Sedangkan di sela bedeng terdapat parit untuk budidaya ikan Nila.
Dari ketiga produk itu (Kelor, Cabe Jawa, Ikan) yang paling banyak menghasilkan pendapatan adalah Cabe Jawa. Tanaman Cabe Jawa yang merambat di tanaman Kelor sudah beberapa kali petik atau panen. Harganya sekitar Rp 80.000 per kilogram. Sedangkan daun Kelor saat ini diupayakan jadi tepung. “Untuk ikan, hasilnya belum maksimal, karena menghadapi persoalan hama Regul dan Burung,” ungkap Sahuri.
Menurut Sahuri, ada 160 jenis tanaman rempah dan tanaman herbal yang dikonservasi di Botanical Smartpark SMA UII. Selain Cabe Jawa dan Kelor, juga ada tanaman Pala, Kayu Manis, Ketumbar, Cengkeh, Panila, Lada, dan lainnya. Botanical Smartpark sekarang menjadi tempat riset, tidak hanya bagi mahasiswa Pertanian saja, tetapi juga mahasiswa Farmasi, Biologi, Kedokteran, Teknik Elektro, dan lainnya.

Area Botanical Smartpark SMA UII Yogyakarta sekarang juga dapat digunakan sebagai sarana eduwisata (wisata dan pendidikan) bagi pengunjung serta menjadi pusat kegiatan pengembangan enterprenuership bagi para siswa, mahasiswa, dan masyarakat.
Aktivitasnya, antara lain pembibitan, pembelajaran tanaman rempah, studi banding, pengenalan sistem budidaya bioflok dan aquaponik, pengolahan produk tanaman rempah, pelatihan UMKM, pembelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila, pembuatan jamu, dan penggunaan panel surya.
Sedangkan fasilitas yang tersedia, ada pendopo kapasitas 300 orang, lahan parkir luas, laboratorium, toilet pengunjung, soundsystem dan LCD projector, serta free Wifi. Di area Botanical Smartpark, juga ada Café Jamu Modern “Jejamuan” yang menyediakan aneka menu minuman, antara lain Rosela Sparkling, Turmeric Yogurt, Beras Kencur Fresh Milk, Turmeric Ice Cream, dan Purple Fresh Milk.
Usai berdiskusi dan berkeliling ke area konservasi, serta budidaya tanaman rempah dan herbal, Koordinator Botanical Smartpark SMA UII menyarankan agar Wiradesa Group (yang mengelola Wiradesa.co, Mandiripangan.com, dan Tunggal.co) segera menjalin kerjasama dengan SMA UII. Kolaborasi antara Lembaga Pendidikan dan Perusahaan Pers akan semakin meningkatkan peran, fungsi, dan manfaat kedua institusi tersebut bagi masyarakat, bangsa dan negara tercinta Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Ilyasi)








