Forum Silaturahmi PAP Kalibawang Menyelenggarakan Pengajian Akbar di Degan, Jamaah Gotong Royong Menyediakan 2.000 Nasi Bungkus

Jamaah PAP menghadiri Pengajian Akbar di Degan, Kamis (26/6/2025), dengan mobil terbuka. (Foto: Wiradesa)

KULONPROGO – Menyambut Tahun Baru 1447 Hijriyah, Forum Silaturahmi Jamaah Pengajian Ahad Pagi Kalibawang menggelar pengajian akbar di Halaman SD Muhammadiyah Degan, Kamis 26 Juni 2025 malam. Untuk konsumsi, warga Padukuhan Degan dan sekitar Banjararum, bergotong royong menyediakan 2.000 bungkus nasi plus lauk dan air minum.

Pengurus Pengajian Ahad Pagi (PAP) mengemukakan pengajian akbar rencananya akan digelar di Lapangan Dekso, karena sudah kedahuluan pasar malam terus dipindahkan ke lapangan SD Muhammadiyah Degan. Untuk konsumsi berupa makan nasi, sayur, dan lauk telur dibutuhkan 2.000 bungkus.

Jamaah bergotong royong untuk menyediakan konsumsi. Dari jamaah di Degan sudah siap 1.390 nasi bungkus dan kekurangannya diupayakan jamaah PAP dari lingkungan Banjararum. Selanjutnya jamaah dari Semaken 2 menyiapkan 100 bungkus, Assalam Kagongan 150 bungkus, Kedondong dan Ashobirin 150 bungkus.

Kemudian jamaah PAP dari Kanoman menyiapkan 50 bungkus, Ngentak 50 bungkus, Jogobayan 50 bungkus, dan Ngipikrejo (Bu Erna) 50 bungkus. Total jumlahnya 600 bungkus.

Untuk memenuhi kebutuhan air minum, jamaah PAP Nurul Fallakh Kedondong 2, menyediakan 10 dus Airku Gelas, Assalam Kagongan air mineral (Bu Eka) 3 dus, Semaken 3 memberikan 6 dus Airku, Al Ikhlas Sayangan 5 dus Airku, dan Mbak Iin Semaken 1 menyediakan 5 dus mineral gelas.

Baca Juga:  Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Jateng : Opini WTP dari BPK Diharapkan Jadi Pemicu Semangat

Pengajian Akbar di Halaman SD Muhammadiyah Degan menghadirkan pembicara Ustadz Dr. dr. Sagiran Sp.B (K) KL, M.Kes. Sedikitnya 2.000 jamaah PAP dari Kalurahan Banjararum, Banjarasri, Banjarharjo, dan Banjaroya hadir di Padukuhan Degan dengan jalan kaki, sepeda motor, mobil pribadi, mobil terbuka, dan truk.

Saat memasuki lokasi pengajian, setiap jamaah diberi nasi bungkus dan air minum. Mereka diarahkan untuk mendekati panggung dan menempati tempat yang disediakan pada Halaman SD Muhammadiyah Degan dan jalan-jalan menuju sekolah.

Ketua Jamaah Pengajian Ahad Pagi Kalibawang, Suwandi, saat memberikan sambutan menghaturkan terimakasih kepada para jamaah yang sudah bergotong royong menyediakan konsumsi. Selain itu, dia juga mengapresiasi para jamaah yang telah menyisihkan rezekinya untuk pembelian mobil antar-jemput. “Sampai saat ini dari para jamaah sudah terkumpul 44 juta rupiah. Sedangkan harga mobil sekitar seratus juta rupiah,” ujar Suwandi.

Ustadz Dokter Sagiran. (Foto: Wiradesa)

Di hadapan ribuan jamaah PAP, Ustadz Sagiran mengingatkan kepada para jamaah bahwa doa itu nyawa dari ibadah. Ibadah apapun, mulai dari sholat, puasa, zakat, haji, bahkan saat mulai bekerja ada doanya.

Baca Juga:  15 Tahun, Pengurus RW 45 Kayen Bagikan Bingkisan Lebaran kepada Warga

Sebagai dokter ahli bedah, setiap mau melakukan operasi, Ustadz Sagiran selalu berdoa dan juga mengajak pasiennya untuk berdoa. Mengawali tindakan operasi dengan berdoa itu sudah menjadi SOP dari Dokter Sagiran.

Pernah suatu kali, Ustadz Sagiran, saat mau melakukan operasi, membimbing pasiennya untuk mengucap “Astaghfirullahal’adziim”. Ungkapan Istighfar itu susah ditirukan oleh pasiennya. Namun dengan kepatuhannya, meski dengan terbata-bata akhirnya pasien tersebut mampu mengucapkan lafal Istighfar, permohonan ampun kepada Allah SWT.

Setelah operasinya berjalan lancar, seorang perawat mendekati Ustadz Sagiran dan berbisik “Pasien itu beragama Hindu dok”. Lantas Dokter Sagiran dengan spontan mengucap “Astaghfirullah”. Hari berikutnya, saat berkunjung, dokter ahli bedah yang berpraktek di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta bertanya kepada pasiennya “Bagaimana, sudah sehat”. Si pasien menjawab “Alhamdulillah”. Indahnya toleransi beragama. (*)

Tinggalkan Komentar