Gempa 6,4 SR Barat Daya Bantul, Berdampak Kerusakan Ringan hingga Sedang, Satu Orang Meninggal Dunia

Setelah gempa pertama, berkekuatan 6,4 SR hingga pukul 21.30 terjadi 20 kali gempa susulan dengan rentang magnitudo 3,0-4,2 SR. (Foto: Tangkap Layar BMKG)

YOGYAKARTA – Selain mengakibatkan kerusakan ringan hingga sedang pada rumah warga di Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat gempa bumi berkekuatan 6,4 SR yang berpusat di 86 km barat daya Bantul, Jumat 30 Juni 2023.

Di Bantul seorang warga meninggal dunia akibat kaget dan terjatuh dari tempat tidur saat terjadi gempa. Korban meninggal Sudirah (67) warga Mulyodadi Bambanglipuro Bantul.

Plh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Danang Samsurizal ST mengatakan, dari informasi awal kerusakan rumah warga dan sejumlah fasilitas sebanyak 15 unit, jumlah rumah dan fasilitas publik yang terdampak gempa bertambah.

Dikatakan Danang, di Kabupaten Gunungkidul terdapat 28 titik kerusakan meliputi rumah rusak 19 unit, fasilitas gedung pemerintah 5 titik lokasi, tempat ibadah satu unit, fasilitas pendidikan satu unit tempat usaha satu titik lokasi, dan kandang ternak satu lokasi. Di Kabupaten Bantul rumah di rusak sebanyak tiga unit fasilitas pendidikan satu lokasi. Di Kulonprogo satu fasilitas kesehatan mengalami kerusakan. “Kerusakan dari ringan hingga sedang,” ujar Danang Jumat 30 Juni 2023 malam.

Baca Juga:  Santri Berperan Gerakkan Ekonomi Desa

Berikut data kerusakan akibat gempa bumi yang sudah terdata hingga Jumat 30 Juni 2023 pukul 22.00 di wilayah Gunungkidul. Di Serpeng Pacarejo Semanu genteng rumah warga melorot dan teras ambrol. Di Kalang Bangi 3 Ngeposari Semanu dan di Surodadi Ponjong plafon runtuh. Taman Budaya Gunungkidul sebagian atap dan plafon runtuh, di Bendogede Sumbergiri Ponjong plafon masjid juga runtuh. Genteng melorot juga menimpa gedung Balai Kelurahan Kenteng Ponjong, Balai Kalurahan Sumberwungu Tepus juga mengalami genteng melorot.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam rilis resminya menyampaikan hingga pukul 21.30 terjadi 20 kali gempa susulan dengan rentang magnitudo 3,0 hingga 4,2 SR.

Gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi jenis menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Hasil analisis mekanisme menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Gempa bumi berdampak dan dirasakan di Bantul, Tulungagung, Trenggalek, Nganjuk, Kebumen Ponorogo,Pacitan dengan skala IV MMI. Di Karangkates, Kediri, Klaten, Kulonprogo, Wonogiri dengan skala intensitas III-IV MMI. Di wilayah Banjarnegara, Purbalingga, Purwokerto, Mojokerto, Malang, Pacitan, Gresik, Jepara, Salatiga gempa dirasakan dengan skala III MMI, dan di Lumajang, Blora, Ngawi dan Bandung dengan skala intensitas II-III MMI. (Sukron)

Tinggalkan Komentar