Hari Syiar Bermuhammadiyah di Masjid Agung Kulonprogo, Ustadz Khoiruddin Bashori: Faktor Utama Keluarga Sakinah Adalah Agama

Agenda HSB Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kulonprogo di Masjid Agung Wates, Ahad 2 Agustus 2026.

KULONPROGO – Ketua PDHI (Persaudaraan Djamaah Hadji Indonesia) DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), Ustadz Dr H Khoiruddin Bashori MSi, mengemukakan faktor utama kebahagiaan keluarga adalah agama. Untuk itu saat memilih pasangan, maka yang perlu diperhatikan adalah agamanya.

“Dalam memilih pasangan, Buya Hamka punya rumusannya. Rumusnya 1000, agama nilainya satu dan lainnya nol,” ujar Ustadz Khoiruddin Bashori saat menjadi pembicara pada Hari Syiar Bermuhammadiyah (HSB) bertema “Keluarga Sakinah Pilar Ketahanan Bangsa” di Masjid Agung Wates Kulonprogo, Ahad 2 Agustus 2026.

Di depan ratusan jamaah, Ustadz Khoiruddin menjelaskan ada tahapan untuk mewujudkan keluarga sakinah. Tahapan pertama, adalah menentukan pilihan pasangan, dan tahapan kedua adalah pada proses berkeluarga.

Saat memilih pasangan, dalam hadist Bukhari disebutkan ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, antara lain, harta, keturunan, fisik, dan agama. “Pilih yang agamanya baik maka pasangannya kelak akan bahagia,” tegas Ustadz Khoiruddin.

Menurut Ustadz Khoiruddin, tujuan berkeluarga adalah sakinah mawadah warahmah. Sakinah bisa berarti tenang dan juga bisa berarti pisau tumpul (pisau steak). Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan agar keluarga samawa itu terwujud.

Baca Juga:  Cak Thoriq Tindak Lanjuti Krisis Air Warga Desa Jatisari Bersama Mahasiswa PkMBR UAS

Beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni faktor komunikasi, saling menghormati, dukungan emosi, ikatan batin yang kuat, berbagi tugas, keterampilan menyelesaikan masalah, kejujuran, kemampuan beradaptasi, dan nilai nilai dalam keluarga yang harus disepakati.

Terkait dengan faktor komunikasi, ada tiga gaya yang sering terjadi, yakni gaya komunikasi agresif. Terus terang tapi menyakitkan hati. Gaya komunikasi pasif. Komunikasi satu arah. Gaya aseptif. Lugas atau terus terang tetapi tidak menyakitkan hati.

Sedangkan faktor saling menghormati atau saling menghargai (mutual respect), umumnya terkait dengan keinginan. “Dalam hal keinginan, perlu diperhatikan perasaan pasangan, ketaatan istri pada suami, juga suami menghargai istri,” tandas Ustadz Khoiruddin.

Pada QS Ar Rahman: 60, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)”.

Faktor dukungan emosi (emotional support), antarpasangan saling mendukung, tempat untuk curhat, dan sikap terbuka pada pasangan. Di antara pasangan terjalin ikatan batin yang kuat. Dibangun dengan saling memberi layanan yang terbaik, saling mengerti, dan membahagiakan.

Baca Juga:  Masuk Calender of Event Pariwisata Yogyakarta: Pagelaran Dongeng Jogja 2022 Tampilkan Putri Bungsu Raja Ngayogyakarta Hadiningrat
Ustadz Khoiruddin Bashori saat menyampaikan tauziahnya di Masjid Agung Wates Kulonprogo, Minggu (2/8/2-26). (Foto: Wiradesa)

“Supaya ikatan kuat harus ada quality time yang bermutu (berdua saja). Jika ikatan batin tidak kuat, godaan-godaan akan mudah masuk,” papar Ustadz Khoiruddin.

Selanjutnya, pasangan berbagi tugas, diskusi untuk menjadi tim yang solid. Tanggungjawab akan perannya (scene responsibility). Juga perlu memiliki keterampilan menyelesaikan masalah (problem solving skill). Penyelesaian masalah harus bertahap, ada kesepakatan, saling mau belajar. Win-win solution (semua lega).

Kemudian tercipta kepercayaan (trust), kejujuran. Transparansi dalam pengelolaan keuangan. Ada kemampuan untuk beradaptasi. Saling belajar menyesuaikan pasangan, perubahan. Juga nilai-nilai dalam keluarga yang harus disepakati, yang utama adalah kejujuran.

“Jika semua faktor dilaksanakan dengan baik akan terwujud keluarga sakinah mawadah warahmah,” tegas Ustadz Khoiruddin.

Hari Syiar Bermuhammadiyah yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kulonprogo di Masjid Agung Wates, Ahad 2 Agustus 2026, dimeriahkan dengan pelayanan kesehatan gratis dari Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Wates, siswa-siswi Keperawatan SMK Muhammadiyah 3 Wates dan SMK Muhammadiyah 1 Wates.

Juga dimeriahkan dengan Tasmi’ dari Utsmaan bin Alip Mulyono dan Mustami’ dari SMK Muhammadiyah 2 Wates, serta mahasiswa KKN UMY. (Ono)

Tinggalkan Komentar