KH Wasiludin: Kisah Nabi Ibrahim Mengandung Iktibar Besar tentang Semangat Rela Berkorban

KH Wasiludin menyampaikan khutbah Idul Adha di Masjid Agung Kulonprogo. (Foto: Wiradesa)

KULONPROGO – Perintah kurban merupakan puncak kerelaan Nabi Ibrahim kepada Allah Swt. Ia mendapat perintah Allah Swt melalui mimpi selama tiga malam berturut-turut pada 8,9,10 Dzulhijjah untuk menyembelih putranya Ismail. Ketika perintah tersebut dilaksanakan maka Allah Swt kemudian menggantinya dengan seekor kambing gibas.

Kisah ketaatan Nabi Ibrahim dan kerelaan putranya Ismail dalam peristiwa yang melatari ibadah kurban disampaikan kembali oleh KH Wasiludin saat menyampaikan khutbah Idul Adha di Masjid Agung Kulonprogo, Minggu 10 Juli 2022. Wasiludin berpesan agar kita selalu meningkatkan banyak amal kebaikan diikuti semangat rela berkorban untuk kepentingan masyarakat luas.

“Salah satu hikmah dari pelajaran kurban yang dapat dipetik yakni agar kita berani mengorbankan kepentingan diri, kelompok, untuk kemaslahatan bersama yang lebih luas dalam berbagai lini kehidupan berbangsa. Kisah Nabi Ibrahim bukan sekadar dongeng yang masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Kisah tersebut sarat makna dan mengandung iktibar besar bagi kita semua,” paparnya.

Dikatakan Wasiludin usai Salat Id pelaksanaan ibadah kurban bagi mereka yang mampu yakni dengan penyembelihan hewan kurban seperti lembu, kambing. Ia melanjutkan, penyembelihan hewan kurban meski ditengah penyebaran penyakit mulut dan kuku, akan tetap dilaksanakan secara aman dan memenuhi unsur syari. “Balasan bagi orang yang berkurban setiap helai hewan kurban akan dibalas satu kebaikan,” tambahnya.

Baca Juga:  Keaslian Ijazah Digugat, Rektor Tegaskan Jokowi Alumnus UGM

Ketua Takmir Masjid Agung Kulonprogo H Fauzan mengatakan, pada Hari Raya Kurban 2022 ini, pihaknya akan menyembelih dan membagikan daging kurban sebanyak lima ekor lembu dan lima ekor kambing. Namun jumlah tersebut tak menutup kemungkinan akan bertambah khususnya untuk kambing. (Sukron)

Tinggalkan Komentar