Mata Air Dulu untuk Irigasi Pertanian Sekarang Jadi Industri Pariwisata

Aliran air jadi pemikat pengunjung resto. (Foto: Wiradesa)

KLATEN – Air menjadi sumber kehidupan warga desa. Sumber air yang dulu diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian, sekarang sudah dikemas menjadi obyek wisata desa. Bahkan umbul sudah menjadi industri pariwisata.

Sejumlah sumber air, orang desa menyebutnya umbul, yang ada di sisi timur Gunung Merapi, kini banyak dijadikan obyek wisata desa. Salah satunya Umbul Ponggok di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, kini terkenal dengan wisata airnya.

Pengelola Umbul Ponggok, tidak hanya menawarkan kolam renang kepada pengunjung, tetapi juga wahana mainan air, snorkling, dan foto di bawah permukaan air. Foto dengan sepeda, duduk di kursi, dan asesori lain yang ditaruh di dasar air, menghasilkan yang menakjubkan.

Foto-foto wisatawan di bawah permukaan air Umbul Ponggok menghiasi sejumlah media social. Dengan viralnya foto dalam air, obyek wisata air Umbul Ponggok menjadi terkenal. Ribuan wisatawan mengunjungi Umbul Ponggok dan ini meningkatkan perokonomian warga Desa Ponggok.

Umbul Ponggok yang dulu hanya untuk mencuci dan mandi serta memenuhi kebutuhan irigasi lahan persawahan, sekarang menjadi obyek wisata desa yang banyak dikunjungi wisatawan. Hebatnya tahun 2017, obyek wisata Umbul Ponggok berhasil memasok Rp 8,5 miliar ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Mandiri Desa Ponggok.

Baca Juga:  Sempat Tertunda, Operasional dan Peresmian Bandara JBS Dijadwal 1 Juli 2021

“Pendapatan BUMDes Tirta Mandiri terbanyak dari Umbul Ponggok,” ujar Joko Mulyono, Direktur Utama BUMDes Tirta Mandiri, Minggu 9 Oktober 2022. Selain dari Umbul Ponggok, pemasukan juga dari Ponggok Ciblon, Umbul Besuki, dan unit usaha lain, seperti penyewaan kolam ikan, gedung pertemuan, event organizer, dan mini market.

Selain Umbul Ponggok, sumber air Umbul Besuki yang ada di Dusun Kiringan Desa Ponggok kini juga dijadikan obyek wisata desa. Untuk menarik wisatawan, di sekitar umbul dibangun Camping Ground, resto, home stay, kolam renang, dan tempat pemancingan. Kini Umbul Besuki menjadi wisata desa yang menjadi incaran pelancong.

Ada banyak sumber air di Desa Ponggok dan sekitarnya. Dari belasan sumber air, yang orang desa menyebutnya umbul, ada empat umbul yang cukup besar, yakni Umbul Ponggok, Umbul Besuki, Umbul Manten, dan Umbul Nilo. Selama ini yang menjadi favorit wisatawan yakni Umbul Ponggok dan Umbul Besuki.

Dulu air yang keluar dari sejumlah umbul di Desa Ponggok dan sekitarnya itu hanya dimanfaatkan warga desa untuk mencuci, mandi, dan irigasi lahan persawahan. Aliran air dari belasan umbul mengalir deras di arah timur di wilayah Kecamatan Polanharjo, Kecamatan Delanggu, Kecamatan Juwiring, dan Kecamatan Wonosari.

Baca Juga:  Bertani pada Lahan Sempit, Tanaman Subur Dipupuk Limbah Kascing

Dengan aliran air yang terus menerus sepanjang tahun, maka wilayah empat kecamatan tersebut menjadi lumbung padi di Jawa Tengah, dan penghasil beras terkenal di Indonesia. Bahkan beras Delanggu menjadi pilihan di berbagai kota besar di Indonesia. Beras Rojolele Delanggu dikenal dengan rasanya yang enak, pulen, dan wangi.

Namun dengan perubahan iklim, banyaknya hama, dan menyusutnya lahan persawahan untuk bangunan pabrik, perumahan, dan toko-toko, membuat areal tanaman padi di empat kecamatan itu juga menyusut. Dampak selanjutnya produksi beras juga berkurang.

Untuk menopang perekonomian warga desa, para pemuda, tokoh masyarakat, dan aparat desa memanfaat sumber air untuk meningkatkan taraf hidupnya. Potensi alam, berupa umbul, dikemas menjadi industri pariwisata. Munculah obyek wisata air Umbul Ponggok, wisata Umbul Besuki, Ponggok Ciblon, dan lainnya. Air yang dulu untuk irigasi pertanian, sekarang menjadi industri pariwisata. (*)

Tinggalkan Komentar