SOTO Daging Sapi Pak Syamsul di Pasar Kolombo Jalan Kaliurang Yogyakarta memang ngangeni. Keinginan untuk kembali menikmati itu bukan hanya karena rasanya saja, tetapi juga suasananya.
Rasa Soto Pak Syamsul memang khas. Meski Pak Syamsul asli Jawa Timur, tetapi soto rajikannya tidak seperti biasanya Soto Lamongan. Soto yang ditawarkan kuahnya tidak bersantan, tetapi pekat dengan rempah.
Sedangkan suasananya juga mengesankan. Makan di kios pasar yang di sekitarnya banyak pedagang dan orang berlalu lalang, sungguh sensasional. Keramaian ibu-ibu berbelanja membuat memori terus melayang.
Sudah sekitar 17 tahun, penulis tidak menikmati rasa Soto Sapi Pak Syamsul dan suasana keramaian Pasar Kolombo. Makanya ketika bermalam di Condongcatur, pagi-pagi buta langsung meluncur ke Pasar Kolombo.
Ternyata keadaannya sudah berubah. Tempat jualannya sudah tidak seperti dulu. Penjualnya juga bukan lagi Pak Syamsul. Namun rasa dan suasananya masih tetap sama seperti dulu. Makanan penyertanya, juga hampir sama. Ada goreng babat, otak, iso, paru, dan tempe goreng.
“Pak Syamsul sekarang di rumah,” jelas Wahyu, saat ditanya keberadaan Pak Syamsul, Jumat 4 November 2022. Anak muda ini yang menggantikan posisi Pak Syasul di balik angkringan soto khas Jawa Timur. Wahyu mengaku sudah 5 tahun melayani penyuka kuliner soto di Pasar Kolombo.
Soal rasa, Wahyu tidak mau membeberkan bumbunya secara rinci. Namun yang jelas tidak bersantan dan cenderung bening, dibandingkan soto-soto Jawa Timur. Terasa nikmat jika lauknya goreng otak, ditambah babat goreng.
Harganya juga tidak mahal, sangat terjangkau. Untuk satu mangkok soto nasi campur harganya Rp 12.000. Kemudian soto nasi campur dobel daging Rp 19.000, soto nasi pisah Rp 15.000, soto nasi pisah dobel daging Rp 22.000, soto nasi jumbo Rp 15.000.
Sedangkan gorengan babat harganya Rp 8.000, iso Rp 8.000, otak Rp 8.000, lodok Rp 8.000, paru Rp 8.000, pergedel Rp 2.000, dan tempe Rp 1.000. Untuk minuman, teh panas/es Rp 3.000, dan jeruk panas/es Rp 3.000.
Soto Daging Sapi Pak Syamsul di Pasar Kolombo setiap hari buka mulai pukul 05.30. Rasa nikmat dan suasana ramai orang berlalu-lalang membuat orang selalu terbayang. Sehingga jika ke Yogyakarta, rasanya selalu kangen dan rindu untuk menikmati soto sambil duduk di keramaian pasar tradisional. (*)







