Nyadran di Makam Kauman, Warga Sediakan Empat Ingkung Ayam Jago

 Nyadran di Makam Kauman, Warga Sediakan Empat Ingkung Ayam Jago

Nyadran menyambut Ramadan warga mengikuti pembacaan Yasin dan tahlil di Makam Kauman Karangwetan. (Foto : Wiradesa)

KULONPROGO – Pembacaan Yasin dan tahlil mengawali kegiatan nyadran di Makam Kauman Karangwetan Salamrejo Sentolo Kulonprogo. Nyadran yang dilaksanakan Minggu 12 Maret 2023 malam dihadiri warga setempat.

Dukuh Karangwetan Suwaldi mengatakan, sudah menjadi tradisi turun-temurun di Padukuhan Karangwetan untuk melaksanakan tradisi nyadran dalam menyambut datangnya Ramadan. Prosesi nyadran pada malam hari diawali yasinan dan tahlil bersama anak cucu dan keluarga ahli kubur Makam Kauman serta warga sekitar makam. Pada siang hari diadakan kenduri bersama. “Kenduri bersama besok siang pukul 12.30,” kata Suwaldi.

Di Padukuhan Karangwetan ada tiga makam umum yaitu Makam Luang Tunggal, Makam Gedhe dan Makam Kauman. Jadwal nyadran berbeda-beda. Untuk Makam Luang Tunggal pada 18 Ruwah, Makam Gedhe 19 Ruwah dan Makam Kauman 20 Ruwah.

Pada saat yasinan dan kenduri bilamana ada nazar yang dikabulkan biasanya para ahli waris akan membuat ingkung ayam jago. Ingkung sebagai wujud sedekah untuk ahli kubur yang dimakamkan di tempat tersebut. Saat yasinan malam 20 Ruwah (12 Maret 2023) tersedia empat ingkung ayam jago.

Selain ingkung, setiap tradisi nyadran ada makanan khas yakni apem. Apem adalah kue khas Jawa yang berbahan dasar tepung beras. Apem merupakan simbolisasi permohonan ampun kepada Allah Yang Maha Esa atas segala kesalahan dan dosa yang telah diperbuat. (Waspodo)

Baca Juga:  Perpusdes Al Hurriyah, Pelopor Literasi Desa

Redaksi

Mandirikan Desa Sejahterakan Rakyat

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: