KENDARI – Ketua dan beberapa anggota Paguyuban Masyarakat Yogyakarta (PMY) di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) ingin bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Hamengku Buwono X. Mereka siap nyadong dhawuh dan siap melaksanakan apa yang diinginkan Ngarso Dalem di daerah yang saat ini ditempatinya.
“Surat permohonan audiensi ke Ngarso Dalem sudah kami kirim hari Rabu tanggal 2 Maret 2022 melulai JNE,” ujar Zaenal Mustofa SPd, Ketua PMY di Kota Kendari kepada Wiradesa, Sabtu 5 Maret 2022. Pada surat tertanggal 2 Maret 2022 juga dilampirkan berkas sejumlah berita dari berbagai media massa.
Pada pemberitaan sekitar Hari Pers Nasional (HPN) 2022, PMY ingin sekali memiliki seperangkat gamelan agar kegiatan seni dan budaya asal Ngayogyakarta Hadiningrat bisa dilaksanakan dan dikembangkan di wilayah Sulawesi Tenggara. Selama ini anggota paguyuban aktif nguri-uri seni tradisi, tetapi tidak memiliki gamelan sendiri.
PMY ingin sekali memiliki seperangkat gamelan slendro pelog dan pengin mendapatkan bimbingan dari Kundha Kabudayan dari Daerah Istimewa Yogyakarta. “Mohon nanti, para pengrawit, sinden, dalang, penari, dan seniman lainnya berkenan memberikan bimbingan kepada kami warga Yogyakarta yang tinggal di Kota Kendari dan sekitarnya,” pinta Zaenal Mustofa yang asli Palbapang Bantul.
Rencananya saat menghadap Ngarso Dalem, PMY Kendari memohon pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY dan anggota DPRD DIY untuk mendampinginya. Pada surat disebutkan, rombongan terdiri dari 7 orang, yakni Zaenal Mustofa SPd (Ketua PMY), Widodo SPd MPd (Anggota PMY), dan Sukapno (Anggota MPY), didapingi Drs H Suwardi (Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY), Drs H Hudono SH (Ketua PWI DIY), Drs Swasto Dayanto (Sekretaris PWI DIY), dan Drs Sihono HT MSi (Ketua Dewan Kehormatan PWI DIY). (*)







