Panen Jamur Tiram Tiap Hari, KWT Sumber Rejeki Layani Pengunjung Petik Sendiri

Foto: Istimewa

Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Rejeki Padukuhan Pringwulung, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, kembali mencatatkan hasil positif dalam program ketahanan pangan melalui panen jamur tiram periode Juni 2026 yang dilakukan Kamis pagi 25 Juni 2026. Kelompok ini berhasil memanen 26 kilogram jamur tiram segar yang siap dipasarkan kepada masyarakat.

Panen dilakukan setiap pagi agar jamur sampai ke tangan konsumen dalam kondisi terbaik. Selain menjadi sumber pangan bergizi, budidaya jamur tiram juga menjadi salah satu upaya pemberdayaan ekonomi perempuan sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.

Dukuh Pringwulung, Sahid Fahrudin, mengatakan keberhasilan budidaya jamur tiram merupakan buah dari semangat gotong royong dan konsistensi para anggota KWT dalam mengelola kubung budidaya.

“KWT Sumber Rejeki telah membuktikan bahwa kelompok masyarakat mampu menghasilkan produk pangan berkualitas yang bernilai ekonomi. Kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi warga untuk memanfaatkan potensi lokal secara produktif,” ujar Sahid.

Perwakilan KWT Sumber Rejeki, Umi Kulsum, menjelaskan bahwa jamur tiram dipanen setiap pagi sehingga kualitasnya tetap segar, putih bersih, dan memiliki tekstur yang renyah.

Baca Juga:  DK PWI: Etika dan Kompetensi Melindungi Profesi Wartawan

“Kami melayani pemesanan jamur tiram setiap hari. Masyarakat yang ingin membeli secara langsung juga dipersilakan datang ke Kebun dan Kubung KWT Sumber Rejeki di Jalan Tantular 414 RT 15 RW 42, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Bahkan, pengunjung dapat merasakan pengalaman memetik jamur sendiri langsung dari kubung,” tutur Umi Kulsum

Jamur tiram dijual dengan harga Rp18.000 per kilogram dan dapat dipesan setiap hari dengan pemesanan paling lambat satu hari sebelumnya (H-1). Program petik sendiri menjadi daya tarik karena memberikan pengalaman edukatif bagi keluarga, pelajar, maupun masyarakat yang ingin mengenal proses budidaya jamur secara langsung.

Dengan cita rasa yang lezat dan kandungan gizi yang baik, jamur tiram cocok diolah menjadi berbagai hidangan seperti tumis, sup, jamur crispy, maupun campuran aneka masakan rumahan. Panen yang dilakukan pada pagi hari juga membuat kualitas dan kesegaran produk tetap terjaga hingga diterima konsumen.

Melalui kegiatan ini, KWT Sumber Rejeki tidak hanya memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga serta mendorong tumbuhnya ekonomi berbasis masyarakat. Inovasi budidaya yang dipadukan dengan konsep edukasi dan wisata petik sendiri diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk lebih mencintai produk pangan lokal.

Baca Juga:  Turnamen Tenis Meja Piala Ketua DPRD Sleman, Kalah di 16 Besar Sudah Dapat Hadiah

Bagi masyarakat yang ingin memperoleh jamur tiram segar atau belajar langsung mengenai proses budidayanya, KWT Sumber Rejeki membuka kunjungan dan pembelian di Kebun dan Kubung KWT Sumber Rejeki, Jalan Tantular 414 RT 15 RW 42, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Kehadiran konsumen menjadi dukungan nyata bagi pemberdayaan perempuan dan keberlanjutan program ketahanan pangan di wilayah tersebut. (*)

Tinggalkan Komentar