Persiapan yang Diperlukan Saat Berlatih Jemparingan

 Persiapan yang Diperlukan Saat Berlatih Jemparingan

Tidak asal tarik, bermain jemparingan perlu konsentrasi dan teknik agar bidikan tepat atau setidaknya tak meleset terlalu jauh dari sasaran. (Foto: Sugiyarto)

KULONPROGO-Meski sepintas terlihat sama, antara jemparingan dan panahan terdapat beberapa perbedaan. Bahan untuk busur pada panahan terbuat dari bahan fiber sedangkan gendewa pada jemparingan terbuat dari bambu petung.

Anak panah pada panahan dan jemparingan pun beda. Pada panahan, anak panah terbuat dari bahan karbon sedangkan pada jemparingan, anak panah terbuat dari bambu.

“Kalau jarak bidik dengan target tergantung kelas. Beda-beda,” terang Sekretaris Paguyuban Jemparingan Wonopati Kalurahan Salamrejo, Sugiyarto, Rabu 24 Januari 2024.

Seperti pada aktivitas olahraga umumnya, saat berlatih jemparingan butuh persiapan. Persiapan yang biasa dilakukan yakni pemanasan dan persiapan peralatan. Peregangan otot lengan dan tangan diperlukan untuk menghindari cedera otot, keseleo. Risiko keseleo bisa terjadi pada otot sekitar bahu, siku. “Saat menarik tali sendeng itu butuh tenaga. Maka peregangan otot sebelum latihan terbilang penting,” imbuh Sugiyarto.

Pada persiapan peralatan, gendewa pada jemparingan harus disesuaikan tingginya dengan tinggi badan masing-masing. Artinya tak setiap gendewa bisa dipakai semua orang. Apalagi bila tinggi badan beda-beda. Demikian pula pada anak panah. Panjang anak panah disesuaikan dengan rentang tangan.

Posisi badan saat main jemparingan dengan duduk bersila hadap kanan dari target bidik berupa bandul atau papan target. “Cara duduknya bersila. Tangan kiri pegangan kuat pada gendewa. Gendewa dimiringkan 45 derajat agar posisi anak panah tepat pada dudukan atau cengkolak. Saat menarik anak panah, bagian ujung pangkal anak panah sudah masuk ke tali. Sehingga tiga jari tangan kanan cukup menarik tali sendeng,” jelas Sugiyarto.

Tahan nafas sekitar tiga detik, fokuskan mata pada target bandul atau papan target. Lepaskan lembut tarikan tiga jari tangan kanan. Anak panah pun akan melesat ke arah tujuan. Bila tepat sasaran akan tertancap pada bandul. Bila meleset akan mandek pada stop spons yang ada di belakang bandul.

Baca Juga:  Ujian Kenaikan Tingkat PSHT Ranting Klirong

“Latihan jemparingan tak bisa sekali jadi. Bisa berkali-kali baru lancar. Untuk mereka yang sekadar ingin refreshing asal bidikan tak luput jauh dari bandul itu sudah baik. Bahkan untuk pemula asal anak panah lepas dan berhenti mengenai stop spons ya sudah lumayan. Tinggal tinggi rendahnya tarikan anak panah dilatih lagi, fokus ditambah juga ketenangan serta kekuatan tangan, lengan baik tangan kanan atau kiri saat pegang gendewa dan menarik anak panah,” ujarnya.

Jemparingan penting pula adanya lokasi khusus yang tak banyak dilalui orang. Juga perlu adanya instruktur atau pelatih yang bisa mengarahkan agar teknik yang diterapkan tak keliru. (Sukron)

Sukron Makmun

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: