Wakili Kapanewon Depok, Kalurahan Condongcatur Ikuti Lomba Epdeskel Tingkat Kabupaten Sleman

Tim juri Epdeskel 2023 Kabupaten Sleman melakukan klarifikasi lapangan di Kalurahan Condongcatur. (Foto: Istimewa).

SLEMAN-Pemerintah Kalurahan Condongcatur mengikuti Lomba Evaluasi Perkembangan Desa dan Kalurahan (EPDesKel) Tingkat Kabupaten Sleman 2023 yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Rabu 2/8/2023

Kalurahan Condongcatur mendapat giliran ke-12 dilakukan klarifikasi lapangan oleh tim juri Epdeskel sesuai jadwal yang telah ditetapkan, bertempat di Gedung Serbaguna Condongcatur.

Panewu Depok, Wawan Widiantoro dalam sambutannya mengatakan, Kalurahan Condongcatur merupakan salah satu dari tiga Kalurahan yang ada di Kapanewon Depok. Pada 2023 ini mewakili Kapanewon Depok mengikuti Lomba Evaluasi Perkembangan Desa dan Kalurahan (Epdeskel) tingkat Kabupaten Sleman

“Kalurahan Condongcatur dari 86 Kalurahan yang ada di Kabupaten Sleman merupakan satu satunya yang membuat terobosan pembangunan berbasis di RW yaitu pemberian bantuan dana RW Rp 40 juta per RW per tahun. Dengan program ini dapat membangkitkan swadaya masyarakat dan gotong royong untuk berlomba lomba melakukan pembamgunan di wilayah RW masing-masing,” kata Wawan.

Di samping itu, lanjut Wawan, Condongcatur juga berinovasi dengan menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat dengan adanya Klinik Nyawiji.

Baca Juga:  Pesantren Roudhotul Ulum Kebumen Produksi Aneka Kue

Sementara Kepala Dinas PMK Sleman, Samsul Bakri menjelaskan, Epdeskel dilaksanakan setiap tahun yang dilakukan secara berjenjang dan bergiliran di semua kalurahan di Kabupaten Sleman dengan tujuan untuk mengukur, memotret dan melihat sejauh mana pelaksanaan kegiatan pembangunan yang ada di kalurahan yang sangat kompleks. Tidak hanya pembangunan fisik tetapi juga pembangunan nonfisik / pemberdayaan masyarakatnya

“Semua kegiatan dapat tergambar dalam dokumen administrasi yang yang ada. Harapannya selalu membudayakan tertib administrasi yang tidak hanya mencatat segalanya tetapi juga melaksanakan kegiatan yang mengacu pada dokumen perencanaan dan sesuai aturan yang ada,” ujar Samsul Bakri.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji selanjutnya memaparkan kegiatan Kalurahan Condongcatur dalam tayangan slide tentang penyelenggaraan pemerintah kalurahan, inovasi, kreativitas, tanggap dan siaga bencana, ekonomi, partisipasi masyarakat , lembaga kemasyarakatan, PKK, keamanan dan ketertiban, pendidikan masyarakat, kesehatan masyarakat dan lingkungan.

“Penting sebuah evaluasi dalam setiap bidang kegiatan karena merupakan salah satu cara untuk mengukur pekerjaan dari kinerja Kalurahan Condongcatur dan setelah adanya evaluasi ini menjadi tahu posisi secara administrasi apa yang kurang ataupun belum lengkap agar dapat dilakukan pembenahan ke depan,” ucap Reno.

Baca Juga:  Banyak Rumah Dijual dan Dikontrakkan di Banguntapan

Usai pemaparan oleh lurah, Tim Juri Epdeskel dari Dinas /OPD melakukan pengecekan data-data administrasi yang telah disajikan di meja-meja sesuai bidangnya masing masing.

Evaluasi perkembangan desa/kalurahan adalah proses penilaian untuk mengukur kemajuan dan pencapaian dalam berbagai aspek kehidupan desa / kalurahan untuk mengidentifikasi keberhasilan dan tantangan yang dihadapi oleh desa /kalurahan dalam mencapai tujuan pembangunan

Aspek-aspek yang dievaluasi meliputi infrastruktur, kesehatan, pendidikan, ekonomi, budaya, lingkungan, sosial dan partisipasi masyarakat. Dengan melakukan evaluasi pihak Pemerintah Kabupaten Sleman dapat menilai efektivitas program dan kebijakan yang telah diterapkan serta direncanakan oleh kalurahan untuk langkah-langkah lebih lanjut guna meningkatkan kinerja dan pelaksanaan kegiatan.

Dinas PMK Sleman menetapkan 17 kalurahan mewakili kapanewonnya dalam lomba Evaluasi Perkembangan Desa dan Kalurahan (EPDesKel) Tingkat Kabupaten Sleman 2023: Margomulyo – Sayegan, Triharjo – Sleman, Sumbersari – Moyudan, Umbulharjo – Cangkringan, Sidoarum – Godean, Donokerto – Turi, Wukirharjo – Prambanan, Pakembinangun – Pakem, Banyuraden – Gamping, Minomartani – Ngaglik, Umbulmartani – Ngemplak, Condongcatur – Depok, Sumberadi – Mlati, Tirtomartani – Kalasan, Sendangarum – Minggir, Tegaltirto – Berbah, Mororejo – Tempel. (Wasana)

Tinggalkan Komentar