Cak Imin: Usulkan Besaran Dana Desa Naik Jadi Rp 5 Miliar pada 2024

Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar menghadiri bincang-bincang bertema Mbangun Desa Ngrumat Warga di depan para lurah, pengurus BUMDesa/BUMDesma, pendamping desa dan kelompok difabel serta tokoh masyarakat di DIY. (Foto: Wiradesa)

BANTUL – Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar tampil sebagai salah satu narasumber pada bincang-bincang Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Inspiratif, Inklusi Sosial dan Sirkular Ekonomi, bertempat di Kawasan Kampung Mataraman, Panggungharjo, Sewon, Bantul.

Pada acara yang digelar Selasa 16 Mei 2023 siang, Muhaimin didampingi Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Ir Harlina Sulistyorini MSi dan Kepala Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat Setda DIY Dr Sukamto, serta Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Turut hadir pula Bupati Lumajang H Thoriqul Haq.

Saat menyampaikan sambutan, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan, pihaknya berinisiatif memperkuat posisi desa atau kalurahan agar kemampuan kalurahan terus meningkat dari waktu ke waktu. Upaya yang dilakukan seperti penguatan keuangan kalurahan melalui transfer kabupaten ke kalurahan dalam berbagai program. Salah satunya dana insentif kalurahan.

Sementara itu Kepala Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat Setda DIY Dr Sukamto sebelum membacakan sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X terlebih dahulu memaparkan di DIY terdapat 392 Kalurahan sudah hampir seluruhnya terbentuk BUMDesa.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Korupsi DD dan ADD di Tuliskriyo Segera Disidangkan

“Tahun ini ditargetkan di seluruh kalurahan terbentuk BUMDesa berbadan hukum. Masih ada sekitar 18 kalurahan yang belum membentuk BUMDesa berbadan hukum. Untuk dana desa, di DIY penyerapannya nomor satu. Berkejaran dengan Provinsi Bali,” kata Sukamto.

Di DIY, lanjut Sukamto saat ini dari 392 kalurahan sudah tak ada yang menyandang status tertinggal dan sangat tertinggal.

Perihal BUMDesa, Sukamto menyebut gerakan BUMDesa turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BUMDesa selain membantu memenuhi kebutuhan masyarakat juga turut menopang pendapatan asli desa atau kalurahan.

“Di DIY sudah ada BUMDesa yang berpendapatan setahun di atas Rp 1 miliar. Yakni di Sumbermulyo Sleman. Lokasi Breksi,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Ir Harlina Sulistyorini mengungkapkan, setelah BUMDesa berbadan hukum, pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan penguatan.

Dana Desa Rp 5 Miliar Tiap Desa

Dalam bincang-bincang mengangkat tema Mbangun Desa Ngrumat Warga dan dihadiri perwakilan lurah, pengurus BUMDesa/BUMDesma, pendamping desa, dan kelompok difabel, Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar mengakui sejak UU No 6 Tahun 2014 tentang desa disahkan, alokasi anggaran dana desa sebagai salah satu amanah UU, tiap tahunnya meningkat.

Baca Juga:  Warga Rela Antre Demi Kupon Minyak Goreng Murah

“Saya merasa syukur dan bangga enam atau tujuh tahun sejak dicetuskannya UU Desa, lurah, kepala desa ternyata telah mampu dan siap menjalankan dana desa dengan baik. Ada yang berkasus seperti penyelewengan dan penyalahgunaan namun kecil. Justru dari apa yang kita amati enam tujuh tahun terakhir justru kita menemukan formula pembangunan yang tepat di tingkat desa,” ujar Muhaimin Iskandar.

Sosok yang akrab disapa Cak Imin berharap, kemajuan yang telah dicapai desa agar dijaga dan ditingkatkan. Begitu pula dengan kreativitas penggunaan dana desa harus ditingkatkan. Menurutnya, pembangunan nasional yang benar harus dimulai dari desa.

“Mari para kepala desa, kita lanjutkan, kita kuatkan, dan buktikan, sebanyak-banyaknya dana desa dikucurkan, bisa untuk meningkatkan produktivitas dan pembangunan di desa,” ajaknya sembari menyebut bahwa BUMDesa adalah salah satu program yang dibanggakan pemerintahan Presiden Jokowi.

Muhaimin menambahkan, realisasi dana desa menjadi lompatan luar biasa. Banyak efektivitas penggunaan APBN melalui pengucuran dana desa. Kepada kepala desa, Muhaimin mengajak untuk menjaga momentum yang baik ini. Bahkan di 2024 ia menargetkan besaran dana desa yang dikucurkan tak hanya sekitar Rp 1 miliar per desa per tahun namun ditingkatkan menjadi Rp 5 miliar per desa per tahun.

Baca Juga:  Desa Penerima Terbesar dan Terkecil Dana Desa 2022 di Tulungagung

“Sudah dihitung semua, memungkinkan. Dan dari separuh dana desa yang dikucurkan bisa digunakan untuk kegiatan ekonomi produktif, pengembangan wisata desa, konsumsi dan produksi pangan. Ke depan BUMDesa bisa menjadi holding nasional yang bisa menopang ekonomi nasional,” imbuhnya. (Sukron)

Tinggalkan Komentar