Anak Yatim Ingin Menjadi Penghafal Alquran

Pendiri Wiradesa Group Sihono HT saat menyampaikan santunan kepada anak-anak yatim, piatu, dan dhuafa di Gari, Wonosari, Gunungkidul, Sabtu (23/4/2022). (Foto: Wiradesa)

GUNUNGKIDUL – Anak-anak yatim, piatu, dan dhuafa di Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, penerima santunan dari Wiradesa dan donatur, Sabtu (23/4/2022) sore, memiliki berbagai macam cita-cita. Ada yang ingin menjadi youtuber, arsitek, pemain sepakbola, polwan, bengkel motor, dan hafidz Quran.

Alvani Indriyani Saputri (8), siswi kelas 4 SD Gari 3, ingin menjadi hafidz Quran atau penghafal Alquran. MasyaAllah, sebuah cita-cita yang mulia. Ketika banyak anak menginginkan ini itu, tetapi adik Alvani memilih menjadi penghafal Alquran. “Dengan membaca, menghafal, dan memahami ayat-ayat suci Alquran, Allah akan melimpahkan rahmat dan kasih sayangNya”.

Sedangkan Dwi Nugroho (10) siswa kelas 4 SD Gari 3, memiliki cita-cita menjadi ahli bengkel motor. Suatu saat nanti, anak ini ingin memiliki bengkel sendiri dan dengan ikhlas membantu orang yang motornya mogok. Sebuah keinginan yang kadang di luar pikiran orang dewasa dan tidak banyak anak yang mengidolakan profesi bengkel. Tetapi Inug, panggilan akrab Dwi Nugroho, justru menyenanginya.

Anak-anak yatim, piatu, dan dhuafa di Kalurahan Gari hampir semuanya punya keinginan. Mereka tidak takut memiliki cita-cita. Seperti juga Kalisa yang ingin menjadi Polwan, Alviano Bagus Nurdiansyah bercita-cita menjadi seorang arsitek, dan Faris Setiawan ingin menjadi pemain sepakbola.

Baca Juga:  Pendiri Studio Tani Kalisuci Tri Madi Wiyono: Nandur Opo Sing Dipangan, Mangan Opo Sing Ditandur

Ustadz Ngajiran menyemangati anak-anak yatim, piatu, dan dhuafa di Gari untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit. Banyak para pemimpin dan pejabat tinggi negara berasal dari keluarga kurang mampu. Bahkan tidak sedikit yang sudah ditinggal ayah ibunya ketika pemimpin itu masih kecil. Seperti Nabi Muhammad SAW, ayahnya wafat sebelum lahir dan ditinggal ibunya saat berusia 6 tahun.

“Anak-anak harus mencontoh panutan kita Nabi Agung Muhammad SAW yang terus semangat meski menghadapi hidup yang sulit. Ayo semangat, terus belajar. Harus giat menuntut ilmu,” ujar Ustadz Ngajiran, saat memberi tauziah pada acara Buka Puasa dan Santunan Yatim, Piatu, Dhuafa Tahun 2022 atau Ramadan 1443 H yang diselenggarakan Wiradesa Group di Gari, Wonosari, Gunungkidul, Sabtu 23 April 2022.

Lesehan Buka Puasa dan Santunan Yatim Piatu Dhuafa di Rumah Makan Moro Jodo Gari, Wonosari, Gunungkidul. (Foto: Wiradesa)

Pada kesempatan yang insyaAllah penuh keberkahan itu, pendiri Wiradesa Group Sihono HT menyampaikan santunan uang kepada 50 anak yatim, piatu, dan dhuafa. Santunan ini berasal dari Universitas Gadjah Mada (UGM), KH. Hilmy Muhammad (anggota DPD RI Dapil DIY), Eko Prayitno (Owner PT Pesona Cipta), Arya Ariyanto (Bakpia Jogkem), Agus Moh Najib, Sahiron, Kurniawan Pamungkas, Ahmad Daerobi, Miftakhudin, dan Siti Kadarini.

Baca Juga:  Komunitas Gunungkidul Menginspirasi Donasi Buku

Agenda Buka Puasa dan Santunan Yatim, Piatu, Dhuafa 2022 atau Ramadan 1443 H yang dilaksanakan Wiradesa Group didukung Mardliyyah Islamic Center (MIC) UGM sebagai bagian dari program Ramadan di Kampus (RDK) tahun 1443/2022, CV Windra Mekar, Griya Batik Senok, Sonic Advertising, Trisni Bisa Katering, Ayam Geprek Sa’i, Pemerintah Desa Jatimulyo, Pemerintah Kalurahan Gari, dan Pemerintah Kalurahan Sukoreno. Pelaksanaannya untuk di Jatimulyo, Petanahan, Kebumen pada hari Kamis (21/4/2022), di Gari, Wonosari, Gunungkidul, pada Sabtu (23/4/2022), dan di Sukoreno, Sentolo, Kulonprogo pada Selasa (26/4/2022).

Pendiri Wiradesa Group Sihono HT memperkenalkan Wiradesa Group saat ini mengelola 3 media online, yakni Wiradesa.co (fokus ke desa), Mandiripangan.com (fokus ke pangan), dan Tunggal.co (peduli nilai-nilai Pancasila). Ketiga media ini dibangun dengan idealisme. Pengelola Wiradesa.co ingin terus mendorong terwujudnya desa mandiri dan warga desa sejahtera. Mandiripangan.com mendukung terwujudnya kedaulatan pangan dan berusaha menginspirasi agar masyarakat mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Sedangkan Tunggal.co mengembangkan dan melaksanakan pers Pancasila. “Wiradesa didirikan dan dijalankan oleh wartawan, tidak ada pemilik modal di dalamnya,” tegas Sihono HT.

Baca Juga:  Budidaya Lebah Klanceng: Hasil Madu Tergantung Vegetasi Lingkungan
Sihono HT bersama Widodo (Lurah Gari) dan Ustdz Ngajiran. (Foto: Wiradesa)

Lurah Gari Widodo mengapresiasi dan menyambut baik kehadiran Tim Wiradesa ke Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Apalagi para wartawan ini menyampaikan santunan kepada anak-anak yatim, piatu, dan dhuafa. “Kebanyakan wartawan yang mendatangi desa-desa di Gunungkidul itu mencari-cari masalah, tetapi wartawan Wiradesa tidak. Wartawan Wiradesa justru mencari potensi dan keunggulan desa untuk disampaikan ke masyarakat,” papar Widodo.

Untuk itu Pemerintah Kalurahan Gari akan terus menjalin kerja sama dengan Wiradesa Group. Saat ini Pemkal Gari didukung oleh anak-anak muda Gari yang dipelopori penggerak desa Septian Nurmansah, terus melakukan pendataan potensi, merancang program, dan membuat aplikasi yang diharapkan mampu menyejahterakan warga desa Gari. Syukur ke depan, Kalurahan Gari bisa menjadi rujukan bagi pembangunan perdesaan di Indonesia. (Ilyasi)

Tinggalkan Komentar