Angin Puting Beliung Memporak-porandakan Rumah dan Merobohkan Pohon di Kegelapan Malam

Anggota TRC Desa, Relawan Seroja, bersama anggota Polsek, Koramil Delanggu, dan BPBD Klaten, serta masyarakat Mendak, bergotong royong membersihkan pohon yang roboh melintang di jalan, Kamis (14/5/2026) malam. (Foto: Wiradesa)

KLATEN – Warga Kalurahan Mendak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, dikejutkan dengan hembusan angin yang kencang pada Kamis (14/5/2026) malam. Angin puting beliung itu memporak-porandakan sejumlah rumah dan merobohkan pohon di kegelapan malam.

Angin puting beliung ini tidak hanya menyapu Kalurahan Mendak, tetapi juga melanda Kalurahan Sribit Delanggu dan Kalurahan Kauman Polanharjo. Selain merusakkan sejumlah atap rumah dan merobohkan pohon, bencana di tengah malam itu juga merobohkan beberapa tiang listrik.

Sehingga kondisi di Kalurahan Mendak dan Kalurahan Sribit gelap gulita, karena aliran listrik terputus. “Kejadiannya malam hari, sekitar setengah sembilan malam. Saat itu, kebanyakan warga baru takziah. Tiba-tiba ada angin kencang dan tidak lama listrik mati. Sejumlah warga panik,” ujar Tri Waluyo, anggota relawan Seroja Delanggu, Jumat 15 Mei 2026.

Tri Waluyo yang bertempat tinggal di Desa Mendak, langsung keluar rumah mengecek situasi dan kondisi di sekitar desanya. Ternyata banyak pohon yang roboh dan melintang di jalan raya. Selain itu juga ada beberapa rumah yang atapnya rusak tersapu angin puting beliung.

Baca Juga:  Peragaan Busana Muslimah Meriahkan Milad ke-28 MAN 3 Kulonprogo

Angin puting beliung di kegelapan malam tersebut merobohkan pohon sawo dan menimpa sebuah mobil yang diparkir dekat pohon sawo di samping halaman rumah. Mobil Siti Marhaeni itu ringsek di bagian belakang dan atap garasinya roboh.

Mobil milik warga Mendak, ringsek tertimpa pohon sawo. (Foto: Wiradesa)

Sejumlah pohon di pinggir jalan yang menghubungkan Kecamatan Delanggu dan Kecamatan Polanharjo, roboh. Sehingga mengganggu pengguna jalan. Apalagi listrik mati, keadaannya menjadi gelap gulita.

Anggota TRC Desa, Relawan Seroja, bersama anggota Polsek, Koramil Delanggu, dan BPBD Klaten, serta masyarakat Mendak, bergotong royong membersihkan pohon yang roboh melintang di jalan raya.

Dengan gotong royong, bahu membahu, pohon-pohon yang roboh melintang ke tengah jalan, cepat dibersihkan dan arus lalulintas kembali normal. Pemotongan ranting pohon tidak hanya yang melintas di jalan raya, tetapi juga di jalan menuju desa.

Karena ada pohon yang roboh menutup jalan desa, Badrun, salah seorang warga Desa Mendak, terpaksa putar arah yang malam-malam mau pulang ke rumah. Namun karena kekompakan warga bersama relawan, reruntuhan pohon yang menutupi akses jalan masuk desa segera bisa teratasi, dibersihkan.

Baca Juga:  Santunan Anak-anak Yatim Piatu di Kalibawang

Bencana alam memang susah untuk diprediksi, tetapi sikap saling membantu, gotong royong, dan keguyuban antarwarga menjadi modal sosial yang utama untuk menangani bencana alam. Semoga budaya gotong royong tersebut terus dilestarikan di bumi tercinta Indonesia. (Ono)

Tinggalkan Komentar