Farm ANYES AB milik Paryadi, warga Baturetno, Banguntapan, Bantul, mengoleksi Burung Kenari jenis Scotch Fancy impor dari Itali. Selain itu juga tersedia anakan, hasil persilangan antara Kenari Lokal dan Kenari Impor.
“Jenis Kenari di tempat saya ada Scotch Fancy ring dari negara Itali, dan lokal,” ujar Paryadi, pemilik ANYES AB yang beralamat di Wiyoro Kidul, Baturetno, Jumat 14 November 2025. Rumahnya, terpampang puluhan sangkar Burung Kenari, berwarna warni.
Paryadi menjelaskan, farm ANYES AB sekarang fokus ke penangkaran Burung Kenari. Awalnya beli pejantan jenis Scotch Fancy impor dari Itali. Ada ringnya di kaki. Jadi benar-benar ada garansi bahwa burungnya memang jelas asal usulnya.
Kemudian Burung Kenari Scotch Fancy disilangkan dengan Burung Kenari Lokal. Hasilnya, baik bentuk tubuh, warna bulu, dan suaranya berkualitas bagus. “Dan yang menarik, harganya relatif murah,” tegas Paryadi.
Terkait dengan harga, peminat burung kicau, Amir Yahya, mengungkapkan harga Burung Kenari persilangan antara Kenari Scotch Fancy Impor dan Kenari Lokal tergantung dari umur burung. Jika masih Balibul (bawah lima bulan) harganya sekitar Rp 600.000 per ekor. Kalau di atas lima bulan, bisa Rp 1 juta lebih.
Namun soal harga bisa dikomunikasikan antara pembeli (peminat Burung Kenari) dan penjual (pemilik penangkaran). Karena besar kecilnya harga, bergantung dari berbagai hal, antara lain postur tubuh, durasi kicauan, warna bulu, dan tentunya umur burung.
Burung Kenari yang dinilai bagus, postur tubuhnya simetris ideal, kicauannya berdurasi lama, dan warna bulunya cerah. “Ciri Kenari bagus secara umum postur tubuh simetris ideal, atau panjang, kicauan durasinya lama. Untuk mahal biasanya ada darah impor,” jelas Paryadi.

Pemilik ANYES AB mengingatkan kepada para pemilihara Burung Kenari untuk memperhatikan perawatannya. Saat merawat diberi bijian khusus makanan burung. Kemudian ditambah extra fooding, seperti telur, jagung, sawi, kroto, buah apel, brokoli, mentimun, dan juga diberi vitamin.
Setiap pagi, Burung Kenari dijemur selama satu jam, mulai jam 6 sampai jam 7 pagi. Kotoran dibersihkan untuk menghindari jamur dan penyakit. Setiap enam bulan sekali diberi obat cacing.
Burung Kenari, merupakan salah satu burung kicau peliharaan terpopuler di dunia. Burung ini berasal dari Kepulauan Canary, Madeira, dan Azores di Mediterania. Makanya di Indonesia dinamakan Burung Kenari (Canary).
Ada berbagai jenis Burung Kenari, di antaranya ada Kenari Yorkshire, Kenari Border, Kenari Gloster, Kenari Fife Fancy, Kenari Norwich, Kenari Red Factor, dan Kenari Roller. Kenari Yorkshire, postur tubuhnya panjang ramping, dada lebar, punggung lurus. Warna bulu kuning cerah, ukuran lebih besar, panjang tubuh sekitar 17 cm.
Untuk jenis Burung Kenari Yorkshire, perawatannya kandang luas, pakan biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan. Kebersihan terjaga dan sinar matahari cukup. Jenis Kenari Yorkshire juga banyak penggemarnya di Indonesia.
Selain itu juga masih banyak jenis Burung Kenari (Serinus), antara lain Kenari Kepala Hitam, Kenari Dahi Merah, Kenari Dada Kuning, Kenari Melayu, Kenari Kuning, Kenari Mozambik, Kenari Atlantik, Kenari Bristone, Serinus Eropa, Serinus Canicollis, dan Serinus Syriacus.
Untuk mengetahui asal usul Burung Kenari, biasanya di kakinya ada ring khusus kaki burung. Ada kode huruf dan nomor yang para peminat burung biasanya sudah mengetahui darimana asal burung tersebut. Tapi bagi para pemula, sekilas melihat postur tubuh, warna bulu, dan suara kicauan sudah bisa menentukan Burung Kenari bagus atau tidak. (Ono)








