YOGYAKARTA – Telah muncul dua nama bakal calon ketua menjelang pelaksanaan Konferensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Proses pendaftaran bakal calon Ketua PWI DIY masa bakti 2025–2030 pun semakin dinamis. Menjelang penutupan masa pendaftaran awal, Jumat (14/11/2025), satu nama kembali resmi diajukan sebagai bakal calon Ketua.
Tepat pukul 10.45, pendukung bakal calon Ketua PWI DIY Wisnu Wardhana menyerahkan berkas pencalonan ke Panitia Konferensi. Berkas disampaikan oleh Adi Prabowo, wartawan Sorot.co, sebagai perwakilan para pendukung.
“Wisnu Wardhana tidak mencalonkan diri, tetapi dicalonkan oleh para pendukungnya,” ujar Adi Prabowo. Ia menegaskan bahwa pihaknya membawa pendekatan berbeda dalam kontestasi kali ini.
“Kami tidak menjagokan DKP dan kami tidak pernah menjanjikan jabatan. Justru setelah terpilih, Mas Wisnu akan mengadakan musyawarah besar untuk mengajak rekan-rekan mengisi jabatan sesuai kompetensi masing-masing,” jelas Adi.
Berkas pencalonan tersebut diterima langsung oleh Ketua Panitia Pelaksana Konferensi Provinsi PWI DIY, Widyo Suprayogi, didampingi Sekretaris Panitia, Swasto Dayanto.
Widyo menjelaskan bahwa pendaftaran bakal calon yang telah dibuka sejak 14 November 2025, ditutup pada hari Jumat ini pukul 16.00 WIB.
“Hari Jumat ini pukul 16.00 WIB adalah batas akhir pengajuan bakal calon,” ujarnya.
Selanjutnya panitia akan mengirimkan seluruh berkas bakal calon ke PWI Pusat untuk dimintakan surat persetujuan atau rekomendasi penetapan Calon Ketua PWI Provinsi dan Calon Ketua DKP. Pada tanggal yang sama, panitia juga akan mengumumkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) akhir serta penetapan calon sesuai tahapan.
Tahapan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 16–17 November 2025, yaitu koordinasi agenda Konferensi Provinsi. Sementara itu, Konferensi Provinsi PWI DIY 2025 akan digelar pada 18 November 2025.
Dengan bertambahnya satu nama bakal calon pada hari terakhir pendaftaran, dinamika menuju Konferensi PWI DIY tahun ini semakin terasa dan membuka peluang bagi terselenggaranya kontestasi yang sehat, demokratis, dan penuh gagasan. (*)








