BBGTK DIY Selenggarakan Desiminasi Matematika Gembira

Foto: Istimewa

SLEMAN-Dalam rangka mendukung gerakan numerasi nasional, Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) DIY menyelenggarakan desiminasi Matematika gembira bertempat di Pendopo Green Kayen Condongcatur Depok Sleman, Selasa 11 November 2025.

Kegiatan diikuti semua anggota KKG TK Gugus 5 yang masuk Kalurahan Condongcatur, terdiri dari 8 lembaga. Yaitu TK Sultan Agung, TK Tunas Bhakti, TK Kanisius Indriya Bhakti, TK ABA Kentungan, TK Budi Mulia 1, TK Mardi Putera, TK Anak Bintang dan TK Kartika IV.

Narasumber, Amiyani Ekasiwi dari TK Sultan Agung Babadan Baru Kentungan menyampaikan kegiatan desiminasi merupakan tugas yang harus diselesaikan peserta pelatihan Matematika gembira yang telah dilaksanakan pada 10-13 September 2025 di BBGTK. Desiminasi juga merupakan salah satu berbagi praktik baik dalam mengajar sehingga desiminasi juga merupakan kegiatan yang penting untuk menambah wawasan dan informasi baru anggota kombel di dunia pendidikan khususnya di PAUD.

“Desiminasi Matematika gembira suatu pendekatan pembelajaran Matematika yang menyenangkan dan interaktif. Bertujuan meningkatkan minat dan kemampuan siswa dalam Matematika. Pendekatan menekankan pada kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan berorientasi pada siswa, sehingga siswa dapat memahami konsep Matematika dengan lebih baik dan merasa senang belajar Matematika,” jelas Amiyani Ekasiwi.

Baca Juga:  Pasar Ikan Kelompok Mina Padi Sedyo Makmur Sediakan Nila Segar Panen Petani

Ditambahkan, Matematika gembira memiliki tujuan sesuai Kepdirjen No 30/B/HK.03.01/2025) yaitu meningkatkan kompetensi Matematika dasar guru untuk memperkuat kemampuan numerasi murid, mendorong kolaborasi dan pertukaran pengalaman agar guru dapat berperan sebagai agen perubahan dalam pendidikan dan memperkuat sistem pembelajaran yang efektif dalam meningkatakan pola pikir numerasi (numeracy mindset), keterampilan numerasi (numeracy skill set), dan kefasihan dalam menggunakan perangkat numerasi (numeracy tool set).

Pembahasan menguraikan pondasi konseptual model gembira yang bertujuan untuk mendukung gerakan numerasi nasional. “Kerangka ini menekankan pentingnya pengajaran numerasi tidak hanya secara akurat, menyenangkan, dan bermakna. Tetapi juga dengan cara yang menggabungkan nilai-nilai sosial budaya, pendidikan karakter, dan penalaran etis, untuk menjadi mindfulness, meaningfulness, dan joyfulness (prinsip pembelajaran mendalam),” imbuhnya. (*)

Tinggalkan Komentar