Berkunjung ke Museum Gerabah membuat anak-anak bisa berubah. Tentunya berubah ke arah yang lebih baik. Lebih baik pengetahuannya, perasaannya, maupun tindakannya. Lebih baik ilmu, seni, dan budayanya serta kreativitasnya. Dan yang aktual, melepaskan terpaan negatif media sosial yang disebarkan melalui gadget.
Banyak anak di Indonesia yang kecanduan gadget. Generasi masa depan bangsa dan negara ini yang sudah tidak sedikit, terpapar oleh sajian media sosial yang menyimpang dari nilai-nilai pendidikan karakter bangsa Indonesia.
Dengan gadget, anak-anak tidak memahami, tidak peduli, dan bertindak tidak berdasarkan nilai-nilai etika luhur. Pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral dirusak oleh program-program sajian di media sosial yang dirancang anak-anak kecanduan untuk terus menontonnya.
Akibatnya anak-anak menjadi individualistik, susah berinteraksi dengan orang lain, mengabaikan unggah ungguh, kurang hormat pada orangtua, dan suka senang-senang tidak suka bekerja keras. Mereka sering tertawa tawa di dunia maya, tetapi murung, sedih, dan menangis di dunia nyata.
Untuk melepaskan dari gawai gadget tidak gampang, karena sudah kecanduan. Sehingga perlu dilakukan secara bertahap, dengan mengurangi penggunaannya. Salah satu cara mengurangi ketergantungan dengan gadget, adalah mengajak anak-anak berkegiatan di luar, seperti berkunjung ke museum.

Sejumlah orangtua yang mudik ke Yogyakarta, mengantarkan anak-anaknya untuk berkegiatan di MuseumKu Gerabah Timbul Raharjo Kasongan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka berharap anak-anak terasah pengetahuannya, perasaannya, dan tindakannya melalui karya gerabah.
Anak-anak tidak hanya melihat karya-karya seniman keramik Timbul Raharjo, tetapi juga berkarya atau berkreasi sendiri dengan bahan baku tanah liat. Ada yang membuat tempat buah, aneka binatang, kura-kura, burung, angsa, dan berbagai kreasi anak. Ada juga yang mewarnai karya gerabah yang sudah jadi, seperti celengan (tempat menabung), tempat pulpen, dan vas bunga.

“Kami berharap anak-anak memiliki memori tentang seni, budaya, dan kuliner saat mudik ke Jogja,” ujar Putri Arum Sari, pemudik asal Jakarta, yang mengantarkan kedua anaknya dan keponakannya berkunjung ke MuseumKu Gerabah Timbul Raharjo, Kasongan, Selasa 24 Maret 2026.
MuseumKu Gerabah Timbul Raharjo dilengkapi dengan café, tempat meeting, artspace, serta tempat edukasi keramik dan gerabah. Ada berbagai kelas edukasi, antara lain pottery class, painting gerabah, dan bermacam kreasi tanah. Wisata komplit perpaduan seni, budaya, dan cita rasa.
Para orangtua berharap usai mengunjungi Museum Gerabah, anak-anak terasah pengetahuan, perasaan, dan tindakannya. Sehingga menjadi generasi yang unggul, berilmu, kreatif, inovatif, peka terhadap liingkungan, adaptif, taat pada nilai-nilai luhur tradisi dan agama. Kunjungan ke museum gerabah membuat anak bisa berubah ke arah yang lebih baik. (Ono)







