Bikers Subuhan Ajak Anak-anak Muda Mencintai Masjid

 Bikers Subuhan Ajak Anak-anak Muda Mencintai Masjid

Komunitas Bikers Subuhan bersama Takmir Masjid Al Mataab Karangturi, Sabtu (15/6/2024) subuh. (Foto: Wiradesa)

YOGYAKARTA – Komunitas Bikers Subuhan mengajak anak-anak muda, khususnya pecinta motor di Yogyakarta dan sekitarnya, untuk mencintai masjid. Cara memakmurkan masjid itu, antara lain dengan menjalankan sholat subuh berjamaah di masjid yang dikunjunginya.

Pada aktivitas Sabtu 15 Juni 2024, komunitas Bikers Subuhan melaksanakan subuhan di Masjid Al Mataab Karangturi, Baturetno, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Usai sholat subuh berjamaah, Tim Kerja Bikers Subuhan menyerahkan sumbangan “Tondo Tresno” berupa Alquran, Sajadah, Sandal, dan perlengkapan sholat.

Salah satu Tim Kerja Bikers Subuhan, Anis Fauzi, menjelaskan komunitas Bikers Subuhan didirikan 27 Juli 2017. Kegiatan rutinnya, setiap Sabtu pagi, motoran untuk sholat subuh berjamaah di masjid-masjid di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. “Sampai saat ini sudah ada 277 masjid yang kami kunjungi,” jelas Anis.

Anggota komunitas Bikers Subuhan itu beragam, dari berbagai latarbelakang usia, pendidikan, dan pekerjaan. Ada yang anak-anak, remaja, dan orangtua. Pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai sarjana, dan pekerjaannya ada yang guru, tentara, polisi, serta swasta.

Anggota Bikers Subuhan tidak hanya berasal dari Kota Yogyakarta saja, tetapi juga ada yang dari Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul, Sleman, Sukoharjo, Magelang, dan ada yang dari Singapura. “Bapak ini dari Singapura, kebetulan anaknya sekolah di Yogyakarta,” ujar Anis Fauzi.

Tim Kerja Bikers Subuhan lainnya, Agus BSJ, mengungkapkan Bikers Subuhan berbasis komunitas dan tidak ada struktur organisasi yang baku. Komunitas ini terdiri dari Tim Kerja dan anggota. “Tim Kerja terdiri dari 10 orang dan tugasnya menentukan masjid mana yang akan dikunjungi dan mengkoordinir pelaksanaannya,” ungkap Agus.

Tim Kerja Bikers Subuhan menyerahkan sumbangan Alquran, Sajadah, Sandal, dan Peralatan Sholat kepada Takmir Masjid Al Mataab. (Foto: Wiradesa)

Agus menjelaskan tidak ada iuran yang dibebankan terhadap anggota Bikers Subuhan. Kebutuhan operasional dan bantuan kepada takmir masjid dikumpulkan dari “Saweran Kopiah” saat subuhan bersama. “Kopiah kami edarkan dan anggota memasukkan uang ke dalam kopiah dengan suka rela,” papar Agus yang berprofesi sebagai guru di Gunungkidul.

Baca Juga:  Hilman Tisnawan; UMKM Harus Betul-betul Didorong agar Bisa Ekspor

Saat menyampaikan tauziah subuh, Janan Sarjito SAg, berharap Bikers Subuhan mengubah imej anak motor yang urakan, suka bikin onar, dan menakutkan menjadi anak motor yang beriman, mencintai masjid dan memakmurkan masjid. Anak motor yang menyebarkan kekagumannya terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah SWT dengan mengucap subhanallah, alhamdulillah, dan allahuakbar.

Ketua Takmir Masjid Al Mataab, Muh. Taufiq Himawan SPd, berterimakasih kepada komunitas Bikers Subuhan yang telah mengunjungi Masjid Al Mataab. Semoga dakwah yang dilakukan bisa mengajak anak-anak motor menjadi manusia beriman dan selalu mencintai masjid dalam kondisi dan situasi apapun. (Ono)

Redaksi

Mandirikan Desa Sejahterakan Rakyat

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: