Peningkatan Kapasitas GAPOKTAN Tani Makmur Condongcatur di Wonosobo, Perkuat Ketahanan Pangan dan Semangat Pertanian Modern

Foto: Condongcatur

Pemerintah Kalurahan Condongcatur terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas GAPOKTAN Tani Makmur Condongcatur yang dilaksanakan di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu 20 Mei 2026.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 96 peserta yang terdiri dari unsur Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Tani Makmur Condongcatur, lima kelompok tani, dua kelompok ternak yakni Kelompok Ternak Sembada Sanggrahan dan Kelompok Ternak Ngudirejo Pringwulung, perwakilan 18 Kelompok Wanita Tani (KWT) Condongcatur, Forum UMKM Condongcatur, pengurus BUMKal Nyawiji Condongcatur selaku pengelola program ketahanan pangan, serta pamong Kalurahan Condongcatur.

Kegiatan peningkatan kapasitas menghadirkan dua narasumber, yakni Isti Fajaroh, mantan Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Usaha Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, serta Purwati Widaningsih, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok yang baru.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan dan healing di kawasan wisata Telaga Menjer Wonosobo guna memberikan energi serta semangat baru bagi peserta. Selanjutnya peserta mengikuti sesi peningkatan kapasitas sambil menikmati makan siang di kawasan Panama Resto Garung Wonosobo dengan panorama perkebunan teh khas dataran tinggi Wonosobo.

Dalam sambutannya, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar wisata, namun menjadi media transfer ilmu, pengalaman, dan inspirasi bagi para petani, peternak, serta pelaku UMKM di Condongcatur.

“Dalam kegiatan peningkatan kapasitas GAPOKTAN Tani Makmur ini terdapat transfer ilmu dari para narasumber, sekaligus pembelajaran lapangan melalui kunjungan kebun teh Panama dan sentra Umbi Yakon di Wonosobo,” ujarnya.

Baca Juga:  Konsumsi Tinggi Minuman Berpemanis Picu Penyakit tidak Menular

Reno juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kelompok tani dan kelompok ternak di Condongcatur yang tetap bersemangat mengembangkan sektor pertanian dan peternakan di tengah karakter wilayah Condongcatur yang semakin urban.

“Condongcatur adalah desa rasa kota. Namun ciri khas desa tetap harus dijaga melalui pertanian, meskipun dilakukan di lahan terbatas. Pemerintah Kalurahan Condongcatur mendukung penuh kegiatan peningkatan kapasitas GAPOKTAN Tani Makmur sebagai sarana belajar, menambah wawasan, serta memperkuat semangat petani dalam mewujudkan pertanian yang maju dan mandiri,” tegasnya.

Menurutnya iilmu dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan tersebut diharapkan dapat diterapkan untuk mendukung kemajuan pertanian dan kesejahteraan masyarakat Condongcatur.

Sementara itu, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok yang baru, Purwati Widaningsih, memperkenalkan diri sekaligus memohon dukungan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam membangun wilayah Depok.

Purwati menyampaikan bahwa dirinya mulai bertugas di Kapanewon Depok sejak 21 April 2026 menggantikan Isti Fajaroh yang memperoleh promosi jabatan di Pemerintah Kabupaten Sleman.

“Sebelumnya saya berkecimpung di bidang kehutanan dan pertanian. Mohon izin nderek bergabung di Kapanewon Depok. Semoga kita dapat terus berkolaborasi dalam pembangunan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam paparannya, Purwati mengapresiasi Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang dinilai konsisten memberikan perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat melalui kelompok tani, kelompok ternak, dan KWT.

Baca Juga:  Beroleh Ilmu Herbal Kunir Putih Masih Dapat Uang Saku Buat Bayar Kos

Purwati juga menyoroti pentingnya pelestarian sumber daya air di wilayah perkotaan seperti Condongcatur melalui gerakan menabung air hujan dan peningkatan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.

“Semua kegiatan dapat dimulai dari rumah tangga dengan kontribusi masyarakat melalui kelompok-kelompok masyarakat termasuk KWT, kelompok tani, dan kelompok ternak,” katanya.

Di sisi lain, Isti Fajaroh menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pemerintah Kalurahan Condongcatur dalam mendampingi kelompok masyarakat selama ini.

“Condongcatur menjadi salah satu wilayah yang cukup maju dalam pengembangan urban farming. Saat ini telah terbentuk 18 KWT di setiap padukuhan. Ini merupakan capaian luar biasa,” ujarnya.

Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kapanewon Depok, terutama dalam pemanfaatan lahan pekarangan terbatas untuk mendukung ruang terbuka hijau dan ketahanan pangan keluarga.

Isti Fajaroh juga mendorong dua kelompok ternak di Condongcatur agar terus berkembang menuju peternakan semi modern berbasis energi terbarukan.

“Kelompok ternak Sembada Sanggrahan dan Ngudirejo Pringwulung ke depan diharapkan mampu berkembang menjadi kelompok ternak semi modern yang dapat menghasilkan biogas,” jelasnya.

Selain sesi peningkatan kapasitas, kegiatan tersebut juga menjadi momentum perpisahan bagi Isti Fajaroh yang telah mengabdi selama 14 tahun di Kapanewon Depok sejak tahun 2012.

Suasana haru mewarnai acara perpisahan yang ditandai dengan penyerahan kenang-kenangan dari GAPOKTAN Tani Makmur Condongcatur, KWT Condongcatur, Forkom UMKM Condongcatur, serta perwakilan kelompok tani dan kelompok ternak.

Baca Juga:  Manfaatkan Kaos Bekas, Ibu-ibu PKK Padukuhan Kayen Praktik Bikin Batik Sibori

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama masing-masing kelompok peserta.

Usai kegiatan utama, rombongan melanjutkan kunjungan edukatif ke sentra Umbi Yakon di Dusun Kaliurip, Kabupaten Wonosobo yang dikelola CV Sekar Arum Development.

Menurut pengelola sentra Umbi Yakon, Antok, tanaman Yakon memiliki prospek ekonomi dan kesehatan yang sangat menjanjikan. Yakon dikenal sebagai tanaman umbi asal Amerika Selatan yang memiliki kandungan fruktooligosakarida (FOS) dan serat pangan yang baik untuk membantu mengontrol kadar gula darah. Beberapa penelitian juga menyebutkan Yakon memiliki potensi sebagai pangan fungsional bagi penderita diabetes.

Antok menjelaskan bahwa permintaan Umbi Yakon saat ini terus meningkat, khususnya dari wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Surabaya.

“Permintaan sangat tinggi, bahkan dari jaringan ritel modern permintaannya belum mampu kami penuhi. Ke depan daun Yakon akan dikembangkan menjadi produk kapsul herbal dan umbinya diolah menjadi sereal,” jelasnya.

Secara fisik, Umbi Yakon memiliki bentuk menyerupai ubi jalar dengan tekstur renyah, berair, dan rasa manis alami menyerupai buah. Umbi ini dapat dikonsumsi langsung dalam kondisi segar dan memiliki cita rasa mirip bengkuang.

Melalui kegiatan peningkatan kapasitas ini, Pemerintah Kalurahan Condongcatur berharap seluruh kelompok masyarakat yang bergerak di bidang pertanian, peternakan, dan UMKM semakin solid, inovatif, dan adaptif menghadapi tantangan pembangunan wilayah perkotaan tanpa meninggalkan identitas desa yang produktif dan mandiri. (*)

Tinggalkan Komentar