Bupati Bantul Pada Apel Lurah dan Pamong: Laksanakan Efisiensi Anggaran

Peserta Apel Lurah dan Pamong Kalurahan di Lapangan Trirenggo, dari Kapanewon Banguntapan, Rabu (14/1/2026). (Foto: Suprihatin)

BANTUL – Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih menginstruksikan kepada para lurah, pamong, staf kalurahan untuk melaksanakan program dengan efisien. Utamakan anggaran untuk pengentasan kemiskinan, mengatasi stunting, serta memenuhi kebutuhan gizi bagi ibu hamil dan menyusui.

“Jika anggarannya berkurang, tentukan skala prioritas penggunaan anggaran, dan harus bersabar,” ujar Abdul Halim Muslih saat memberikan sambutan pada kegiatan Apel Lurah dan Pamong Kalurahan se Kabupaten Bantul di lapangan Trirenggo, Rabu 14 Januari 2026.

Apel dalam rangka peringatan Hari Desa tahun 2026 dan peningkatan disiplin Aparatur Pemerintah Kalurahan se-Kabupaten Bantul diikuti para Lurah, Pamong, dan Staf Kalurahan dari 75 Kalurahan yang tersebar di 17 Kapanewon di Bantul.

Berdasarkan anggaran 2026, diproyeksikan Bantul menerima Dana Desa lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya (2025). Penurunannya sekitar Rp 18 miliar. Penurunan ini juga terjadi di kabupaten/kota lain, karena kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Pusat.

Untuk memenuhi kebutuhan warga miskin, program BLT (Bantuan Langsung Tunai)-Dana Desa pada tahun anggaran 2026 tetap dilaksanakan. Besarnya bantuan Rp 300.000 per KPM per bulan.

Baca Juga:  Sosialisasi Pendidikan Antikorupsi di SD Muhammadiyah Kayen Condongcatur

Pemerintah kalurahan harus mendesain ulang program kerja karena ada potensi pemangkasan anggaran. Prioritaskan Dana Desa 2026 untuk program ketahanan pangan, penanganan stunting, pemberdayaan masyarakat, dan operasional pemerintahan kalurahan.

Sekretaris Daerah, Agus Budiraharja S.KM., M.Kes., menjelaskan upacara di Lapangan Trirenggo selain untuk memperingati Hari Desa tahun 2026, juga untuk meningkatkan disiplin para Lurah, Pamong, dan Staf Kalurahan di wilayah Kabupaten Bantul. Khususnya disiplin efisiensi penggunaan anggaran.

Lagu Mars Bhakti Yudha Praja. (Foto: Suprihatin)

Seorang peserta Apel Lurah dan Pamong Kalurahan, memegang teks untuk menyanyikan lagu Bhakti Yudha Praja. Lagu Mars Kalurahan DIY ini ciptaan KPH. Yudanegara Ph.D. “Kami Lurah Pamong Yogyakarta Bertugas mengayomi masyarakat…”.

Dukuh Manggisan, Kalurahan Baturetno, Suprihatin, tampak antusias untuk mengikuti Apel Lurah dan Pamong di Lapangan Trirenggo. Meski pagi itu hujan gerimis, tetapi tidak mematahkan semangat para dukuh untuk mendengarkan arahan Bupati.

“Tadi Pak Bupati ngendiko pamong harus profesional, serta dalam pengelolaan anggaran harus dimaksimalkan,” jelas Suprihatin, Dukuh Manggisan. Meski Dukuh bukan penentu besarnya anggaran, tetapi para Dukuh berhadapan langsung dengan masyarakat dan tentunya akan terus mendengarkan dan menyalurkan aspirasi masyarakat. (*)

Tinggalkan Komentar