KULONPROGO – Kacang koro atau koropedang, paling sederhana dapat diolah menjadi tempe. Lainnya dapat diolah jadi keripik, susu fermentasi, lalu dibikin tepung untuk tambahan bahan baku bakpia, aneka kue bahkan untuk campuran abon sapi.
Pengurus Kelompok Tani Dadi Arumsari Kedungsari Pengasih Wiwit Suroto menuturkan, pengolahan koropedang menjadi bahan pangan terbilang masih kecil. Dia sendiri paling banyak mengolah koropedang dijadikan tempe koro dan keripik tempe koro. “Mengolah paling sering seminggu sekali. Harga kacang koro kalau untuk diolah sekilonya Rp 6 ribu sementara untuk bibit Rp 20 ribu,” terangnya, belum lama ini.
Wiwit menjelaskan, pemrosesan kacang koro atau koropedang menjadi tempe tak sulit. Pertama kali, kacang koro direbus lalu ditiriskan. Potong-potong rebusan kacang koro kasih ragi. Biarkan atau angin-anginkan selama setengah jam. Bungkus seperti pada cara membungkus tempe kedelai.
Dengan perlakuan yang benar, bersih, olahan kacang koro seperti tempe aman dikonsumsi dengan nilai gizi hampir mendekati kedelai.
“Harapannya dengan kepedulian banyak pihak terhadap komoditas koropedang kecukupan bahan baku untuk diolah tak ada masalah. Berikutnya bisa menjadi alternatif bahan pangan selain kedelai,” kata Wiwit. (Sukron)








