Dinas PMK Sleman Laksanakan Bimtek Pengelolaan BUMKal Nyawiji Kalurahan Condongcatur

Foto: Istimewa

SLEMAN – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman mengadakan Bimtek Pengelolaan BUMKal Nyawiji Condongcatur bertempat di Ruang Sasana Wicara Kantor Kalurahan Condongcatur, Rabu, 3 September 2025.

Peserta Bimtek sebanyak 20 orang dari pengurus dan anggota BUMKal Nyawiji Condongcatur, manager Pertashop BUMKal Nyawiji Condongcatur, manager ketahanan pangan BUMKal Nyawiji Condongcatur, pengawas BUMKal Nyawiji Condongcatur, bidang ulu-ulu Condongcatur, pendamping lokal desa dan anggota BPKal Condongcatur. Dihadiri panewu Depok serta narasumber direktur utama PT. Prima Artha atau KSPPS Prima Artha Sleman.

Panewu Depok, Djoko Muljanto, SP dalam pembukaan bimtek mengucapkan terima kasih kepada Dinas PMK Sleman yang telah memfasiltasi bimtek kepada BUMKal Nyawiji Condongcatur.

“Kami berharap bimtek dapat meningkatkan kapasitas dan keterampilan pengelola BUMKal Condongcatur dalam mengelola badan usaha secara profesional dan berkelanjutan, mengoptimalkan potensi kalurahan. Memastikan kepatuhan terhadap regulasi, serta mendorong partisipasi masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat kalurahan Condongcatur,” tutur Djoko.

Carik Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari, S.TP, M.Sc mewakli lurah menyampaikan, kegiatan ini merupakan usulan Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM) tahun 2024 Kalurahan Condongcatur.

Baca Juga:  Kuteja, Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Ternak Ayam pada Musim Hujan

BUMKal Nyawiji Condongcatur resmi terbentuk pada November 2024, melalui Musyawarah Kalurahan (Muskal). Selanjutnya pada 26 Desember 2024 dilaksanakan launching BUMKal Nyawiji Condongcatur dengan 3 unit usaha meliputi
perdagangan minyak (Pertashop), klinik kesehatan dan wisata buatan (Green Kayen).

“BUMKal Nyawiji Condongcatur berkomitmen untuk meningkatkan PAD Kalurahan Condongcatur melalui unit usaha yang ada di BUMKal. Pada 25 Juni 2025, BUMKal Nyawiji Condongcatur telah menambah unit usaha baru yaitu usaha ketahanan pangan untuk mendukung kegiatan ketahanan pangan di Kalurahan Condongcatur dengan modal dari sumber dana desa sebesar Rp 559.051.800,” ucap Riska.

Sementara itu, Siska Wulandari, S.Kom, MM selaku Ketua Tim Kerja Pengembangan Potensi Masyarakat Dinas PMK Kabupaten Sleman menjelaskan bimtek dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) yang berfokus pada manajemen strategi BUMKal dan penyusunan laporan keuangan yang akuntabel.

“Bimtek terbagi dalam dua sesi kegiatan yang pertama hari in class membahas mengenai tata cara laporan keuangan, strategi menjalankan bisnis plan di BUMKal sesuai kondisi yang ada di lapangan. Selanjutnya kegiatan kedua berupa out class yang akan dilaksanakan di BUMKal Kemudo Klaten dimana BUMKal Kemudo di 2023 pendapatanya lebih dari 13 M sekalian outbond bagi peserta untuk memupuk kokompakkan bersama dan tubing river moon Klaten yang awalnya akan dilaksanakan 10 September 2025, tetapi ada rescedule menunggu informasi lebih lanjut pelaksanaanya,” jelas Siska.

Baca Juga:  Perangkat dan Pengelola Arsip Kalurahan Condongcatur Ikuti Pelatihan Pengelolaan Arsip Dinamis

Abdul Latip, S.E, M.M yang tenaga ahli BUMkal Tridadi Makmur dalam paparannya menyampaikan materi manajemen strategi BUMKal terkait proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan yang sistematis untuk mencapai tujuan dan sasaran BUMKal.

“Perencanaan yang strategis BUMKal dalam menentukan visi, misi, dan tujuan BUMKal, serta strategi untuk mencapainya dengan melakukan analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) yang dihadapi BUMKal,” papar Abdul Latip.

Ditambahkan Abdul Latip, pengurus BUMKal harus mampu mengembangkan strategi untuk meningkatkan kekuatan, mengatasi kelemahan, memanfaatkan peluang, dan mengurangi ancaman. Di samping itu pengawasan dan evaluasi sangat penting untuk memantau dan mengevaluasi kinerja BUMKal, serta melakukan penyesuaian strategi dilapangan jika diperlukan.

“Pemetaan strategi corporate dalam hal ini BUMKal dan strategi unit yaitu unit usaha. Dalam BUMKal Nyawiji Condongcatur yaitu unit usaha Pertashop dan ketapang (yang akan dijalankan) selanjutnya ⁠laporan yang harus dimiliki BUMKal antara lain laporan kelembagaan, laporan usaha dan laporan keuangan dimana laporan keuangan harus dimiliki setiap unit usaha, untuk kemudian dilakukan konsolidasi dari beberapa laporan tersebut menjadi satu laporan keuangan BUMKal,” paparnya.

Baca Juga:  Ketua Juleha DIY Ingatkan Potensi Bahaya Pada Saat Penyembelihan Hewan Kurban

Direktur BUMKal Nyawiji Condongcatur, Kuwat, S.Pd, ST dalam kesempatan ini menjelaskan pengelolaan Pertashop saat ini dengan 6 orang karyawan telah mampu menyetorkan hasil ke kalurahan sebagai Pendapatan Asli Kalurahan (PAK) untuk tiga bulan terakhir Rp. 39 juta / bulan atau jika dirata-rata menyetor ke kalurahan sebesar Rp. 360 juta / tahun.

“Volume penjualan Agustus 2025 sebanyak 101.000 liter dengan demikian keberadaan unit usaha Pertashop semakin dipercaya masyarakat. Informasi yang didapat merupakan Pertashop paling laris di DIY dan nomor dua Nasional. Jika BUMKal berorientasi pada keuntungan maka pengembangan Pertashop merupakan strategi yang efektif di Condongcatur, memang tidak mudah BUMKal dengan waktu yang relatif pendek dapat menyetor Pendapatan Asli Kalurahan diatas 300 juta pertahun,” ucap Kuwat.

Ditambahkannya visi ke depan akan menjadikan BUMKal Nyawiji Condongcatur menjadi BUMKal terbaik se-Kabupaten Sleman pada 2030, sedangkan penggembangan unit usaha dibidang ketahanan pangan meliputi peternakan sapi, kubung jamur dan usaha pertanian. (*)

Tinggalkan Komentar