BANTUL-Majelis Abata Jogjakarta menyelenggarakan Kajian Rutin Ahad Pon- Pahing dan Pasar Bahagia (Ka’bah) pada Ahad Pahing 1 Maret 2026. Dalam pengajian yang dihadiri penceramah Ustaz M Nazhif Masykur dari Singosaren, sebanyak 1600 warga dan jamaah tumpah ruah di halaman Musala Abata, Padukuhan Jejeran II Wonokromo, Pleret, Bantul.
Ketua penyelenggara pengajian, H Ruslan Tri Setiawan mengatakan, kajian rutin telah terselenggara kurang lebih lima tahun, sejak 2021. Jamaah yang hadir di samping warga sekitar sebagian lagi dari luar padukuhan dalam radius 10 km dari lokasi acara. Selain mengikuti kajian rutinan, jamaah dan warga yang hadir berhak mendapat voucher belanja. Pagi itu sebanyak 1400 voucher belanja dibagikan kepada para jamaah di awal acara.
“Voucher belanja disediakan pihak Abata. Dapat digunakan untuk belanja barang kebutuhan seperti sembako utamanya. Ada juga baju bekas layak pakai. Voucher dibagikan gratis,” kata Ruslan Tri Setiawan, yang juga owner Abata, produsen playground, waterplay dan fiberglass.
Oleh para jamaah, voucher dapat langsung dibelanjakan sesaat setelah selesai kajian. Barang dagangan yang tertata di stan di seberang Musala Abata pun diserbu jamaah dan ludes terjual dalam waktu relatif singkat.
“Pasar Bahagia diselenggarakan khusus tiap rutinan pengajian. Melibatkan 15 pedagang, dari sekitar lokasi,” terang Ruslan.
Ruslan menambahkan, di samping kajian pagi tiap Ahad Pon dan Pahing di tempat yang sama juga dilaksanakan kegiatan lain saban malam Kamis. Yakni pengajian umum dan saat ini membabar kitab Takrib. Selain itu juga pembelajaran Alquran tahsin bagi orang dewasa, TPA bagi anak-anak serta sertifikasi mengajar Alquran bagi guru TPA.
Kajian diawali pembacaan solawat dilanjut dengan mujahadah zikir Jamai yang dipimpin Ruslan Tri Setiawan kemudian tausiah agama.
Dalam uraiannya, Ustaz M Nazhif menerangkan perihal fidyah bagi orang yang tak mampu menjalankan ibadah puasa Ramadan. Dia juga menjelaskan tentang zakat fitrah yang diatur Majelis Ulama Indonesia (MUI). Zakat fitrah per jiwa sebesar 2,5 kilogram beras atau uang senilai Rp 45 ribu.
“Angka tersebut tak bisa dikurangi walau harga beras di lokasi kita lebih murah. Untuk menghindari potensi adanya beras yang tumpah sehingga bobot beras berkurang maka ada baiknya beras zakat fitrah ditambahi sedikit barang sejumput atau boleh digenapkan jadi 3 kilogram,” jelasnya.
Selanjutnya Ustaz M Nazhif menjelaskan bab keistimewaan amalan itighfar. Diawali kisah Imam Ahmad Bin Hanbal, seorang ulama ahli hadis sekaligus ahli fikih dengan karya monumental kitab Musnad Ahmad ibn Hanbal.
Suatu hari Imam Ahmad Bin Hanbal sangat ingin bepergian ke suatu tempat. Tiba di satu kampung dan kemalaman Imam Ahmad Bin Hanbal memutuskan menginap di masjid. Namun, ketika hendak berangkat tidur dia diusir oleh marbot masjid. Kembali lagi ke masjid tetap diusir hingga akhirnya menerima tawaran menginap di rumah seorang pembuat roti. Ketika terbangun dari tidur malam, Imam Ahmad Bin Hanbal mendengar suara orang melantunkan wirid istighfar. Setelah diselidiki sumber suara berasal dari tuan rumah si tukang roti. Ia membaca istighfar sembari nguleni adonan bahan roti.
Kepada Imam Ahmad Bin Hanbal, tukang pembuat roti menuturkan berkah membaca istighfar bahwa semua keinginannya telah keturutan kecuali satu hal yang belum kesampaian.
Satu hal yang belum keturutan yakni bertemu ulama masyhur ahli hadis dan ahli fikih Imam Ahmad Bin Hanbal dan mengaji kepadanya.
Mendengar penuturan tukang roti tersebut terkuaklah rahasia di balik mengapa ia sangat ingin ke kampung tersebut sampai-sampai tak bisa tidur. Rupanya dia digerakkan oleh Alloh Swt untuk bertemu tukang roti yang sangat ingin menemuinya, lantaran berkah amalan istighfar. Kemudian kepada tukang roti mengakulah bahwa ia adalah Imam Ahmad Bin Hanbal.
Ustaz M Nazhif menguraikan fungsi amalan istigfar diantaranya untuk membersihkan dosa dan kotoran yang menempel pada diri kita. Dia mengibaratkan gelas teh harus dibersihkan dulu apabila mau ganti minuman kopi.
“Apa-apa tak bakal bisa masuk karena awalnya masih banyak kotoran pada diri kita. Tidak bisa tercapai apa yang kita inginkan hingga kotoran dan dosa bersih. Amalkan istighfar jangan kurang dari 100 kali sehari,” imbuhnya.
Diterangkan, barangsiapa melakukan kejelekan baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain lantas mohon ampunan, niscaya Alloh Swt bakal memberi maaf.
“Dengan amalan istighfar memohon ampunan seperti diperintahkan dalam Alquran Surat Nuh ayat 11 maka semua keinginan bakal keturutan. Dan dengan amalan istighfar semoga kita semua diberi kekuatan dalam menjalankan berbagai ibadah di Bulan Ramadan,” pungkasnya. (Sukron)








