Jempol! Kepedulian Anggota Komunitas Koplaxs Dieng Jeep Adventure

Tempat mangkal Koplaxs Dieng Jeep Adventure di Parkiran Kawah Sikidang. (Foto: Wiradesa)

WONOSOBO – Kepedulian anggota Komunitas Koplaxs Dieng Jeep Adventure layak diacungi jempol. Tanpa berpikir macam-macam, mereka bertindak dengan cepat membantu para wisatawan yang bermasalah dengan kendaraan atau mobilnya.

Sikap dan perilaku anggota Komunitas Koplaxs ini merupakan potret asli perilaku warga Dieng. Seperti pada umumnya, warga Dieng sampai sekarang masih menjaga pesan nenek moyang, sesepuh, atau orangtuanya. Menganggap tamu itu sedulur. Sederek Inyong. Jika sedulur ada masalah, wajib dibantu.

“Jangankan ada masalah, para tamu yang berkunjung ke rumah warga Dieng selalu dimulyakan. Diberi makan dan minum seadanya,” ujar Tri Waluyo, anggota Komunitas Koplaxs, saat berbincang dengan wartawan Wiradesa.co di parkiran destinasi wisata Kawah Sikidang, Sabtu 12 November 2022.

Bagi Mas Tri, suka menolong, memulyakan tamu, dan bersikap jujur itu merupakan kearifan lokal warga Dieng. Tanpa dilakukan pendidikan dan latihan dengan anggaran negara pun, warga Dieng sudah otomatis akan membantu, menghargai, dan tidak akan memalak, apalagi mengambil barang milik wisatawan.

Apa yang dikemukakan Mas Tri, bukan isapan jempol belaka. Wartawan Wiradesa.co merasakan sendiri. Saat mobil yang ditumpanginya ada masalah pada ban kiri belakang, para anggota Koplaxs langsung membantu memperbaikinya.

Baca Juga:  Indahnya Kerukunan di Ternate Maluku Utara

Sejak dari Temanggung, Parakan, suara dari sisi kiri belakang bagian mobil terdengar “Srek…srek…”. Semakin naik, suaranya semakin keras. Setelah berhenti di daerah Kledung, sepertinya tidak ada masalah di ban. Juga tidak ada barang yang menyangkut di bodi mobil. Semua pintu juga sudah tertutup rapat.

Ketika jalan semakin menanjak dari Wonosobo menuju Dieng, suara “Srek…Srek…” semakin keras. Apalagi saat melewati jalan yang meliuk-liuk naik di perbukitan, suaranya semakin mengkhawatirkan. Sesampai di parkiran Kawah Sikidang, wartawan Wiradesa.co menanyakan kepada anggota Koplaxs, kenapa mobilnya ada suara yang tidak seperti biasanya.

Lantas tiga orang mengecek ban belakang. Kemudian meminta mesin mobil dinyalakan. Ternyata tidak ada suara yang aneh. Lantas menyuruh untuk jalan pelan, ternyata juga normal-normal saja. Salah satu anggota Koplaxs penasaran dan ijin masuk duduk di jok belakang dan minta mobil dijalankan untuk menaiki tanjakan.

Setelah mendengar sendiri ada suara “Srek…Srek…” dari ban kiri belakang, lantas Arif, anggota Komunitas Koplaxs, menduga ada masalah pada Laker Roda. Ternyata benar dugaannya. Usai mobil didongkrak, ban dicopot, dan Laker dibuka, ternyata spare part untuk putaran roda sudah aus termakan putaran roda.

Baca Juga:  Pegawai RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Berwisata ke Dieng: Satu Hari Sebelum Kawah Sikidang Ditutup Total

Jika hal itu tidak diatasi dan terus dipaksakan jalan, makan ban mobil akan terlepas sendiri. Bisa dibayangkan, jika ban mobil lepas di jalan tanjakan berliku di pegunungan Dieng yang di kanan kiri jurang, seperti apa jadinya. Maka kepedulian dan perilaku suka membantu warga Dieng sangat menyentuh hati dan layak diacungi jempol.

Anggota Komunitas Koplaxs Mas Tri, Mas Arif, dan Mas Slamet memutuskan untuk mengganti Laker Roda pada roda sebelah kiri belakang. Untuk beli spare part mobil di Dieng sangat sulit. Lantas Pak Sugi dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Wonosobo bersama Pak Syamsuri warga Dieng Kulon datang untuk membantu.

Anggota Komunitas Koplaxs membantu mencopot ban belakang sebelah kiri. (Foto: Wiradesa)

“Sekarang saya beli spare part-nya. Tolong Laker Roda yang rusak itu saya bawa untuk contoh,” pinta Pak Sugi. Dengan sepeda motor Pak Sugi beli spare part ke kota Kecamatan Kejajar yang jauhnya sekitar 15 km dari Dieng. Ternyata toko onderdil di Kejajar stok yang dicari habis. Lantas tokoh pemandu wisata Dieng itu memutuskan untuk beli di Wonosobo yang jauhnya sekitar 30 km. Padahal saat itu hujan turun lebat.

Baca Juga:  Ikuti Perkembangan Zaman Digital Lewat Hobi Desain

Setelah berhasil membeli Laker Roda di sebuah tempat service dan spare part mobil di Wonosobo, Pak Sugi langsung tancap gas, balik ke Dieng. Udara dingin, hujan dan kabut tebal, tidak menyurutnya kepedulian dan jiwa kemanusiaannya. Dengan perjuangan yang tulus dan tak mengenal lelah, akhirnya spare part yang diperlukan sampai di Parkiran Kawah Sikidang dan dipasang. Usai terpasang, mobil kembali normal.

Terimakasih, para anggota Komunitas Koplaxs dan tokoh HPI di Dieng yang telah dengan sukarela menolong wartawan Wiradesa.co, media yang fokus ke desa, termasuk destinasi wisata desa. Sikap dan perilaku suka menolong, jujur, dan menganggap tamu sedulur itu merupakan kearifan lokal warga Dieng. Mohon perilaku yang ditunjukkan Komunitas Koplaxs terus dijaga di Dieng. Karena sikap dan perilaku seperti itu sudah mulai luntur di sejumlah wilayah di negara tercinta Indonesia. (Ono Jogja)

Tinggalkan Komentar