Kilen Lepen Simpul Pembelajaran Jurnalisme Pangan

Joglo Kilen Lepen di Salamrejo, Sentolo, Kulonprogo, Selasa (3/3/2026). (Foto: Wiradesa)

KULONPROGO – Joglo Kilen Lepen menjadi simpul pembelajaran jurnalisme pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat yang representatif untuk belajar, berkarya, dan berbagi karya jurnalistik peduli pangan ini berada di pinggir Kali Progo, Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulonprogo.

Saat wartawan Wiradesa.co berkunjung ke Kilen Lepen, Sabtu (28/2/2026) sore, terlihat sejumlah penggerak desa berdiskusi mengenai bagaimana mewujudkan kemandirian pangan di desa. Mereka menggagas agar setiap rumah tangga di desa, mampu mengupayakan pangannya sendiri dengan memanfaatkan tanah pekarangannya.

Di sekitar Joglo tampak kandang ternak kambing, kelinci, ayam, kolam ikan dan kebun sayur serta tanaman buah. “Tempat seperti ini cocok untuk pelaksanaan sekolah jurnalisme pangan,” jelas Sihono HT, Founder Wiradesa Group, sebagai pelaksana dan pengembang jurnalisme desa, pangan, dan Pancasila, Senin 2 Maret 2026.

Sebagai pelaksana jurnalisme desa, Wiradesa Group menerbitkan Wiradesa.co. Sebagai pelaksana jurnalisme pangan, Wiradesa Group mengelola Mandiripangan.com, dan sebagai pelaksana jurnalisme Pancasila, Wiradesa Group meluncurkan Tunggal.co.

Baca Juga:  Lumbung Pangan di 5 Kabupaten Sumsel

Sebagai pengembang jurnalisme desa, jurnalisme pangan, dan jurnalisme Pancasila, Wiradesa Group membuat buku (modul) “Lima Pilar dan Tujuh Tangga SEKOLAH JURNALISME DESA”, menyusun buku “ Rumah Wartawan Mandiri Pangan:, dan menyiapkan buku “Belajar Berkarya dan Berbagi Karya Jurnalistik Bernilai Pancasila”.

Untuk menebarkan jurnalisme pangan, Wiradesa Group menyiapkan beberapa titik sebagai simpul pembelajaran jurnalisme pangan, antara lain di Joglo Kilen Lepen Salamrejo, Sentolo, Kulonprogo, Studio Tani Kali Suci di Semanu, Gunungkidul. Karena di tempat ini terdapat lokasi untuk belajar, berkarya, dan berbagi karya jurnalistik peduli pangan.

Wiradesa Group juga menyiapkan tempat pembelajaran jurnalisme pangan berbasis masyarakat di Banjarharjo, Kalibawang, Kulonprogo. Di sini pengelolaan ternak domba, kebun kelengkeng, dan budidaya ikan lele dikelola oleh masyarakat secara kelompok.

Kandang kambing milik Kilen Lepen. (Foto: Wiradesa)

Founder Joglo Kilen Lepen, Edi Cahyono, kepada Wiradesa.co menjelaskan di Kilen Lepen saat ini terdapat kandang kambing, kelinci, ayam, kolam ikan, dan kebun sayuran serta buah-buahan. “Kami berharap, nantinya pemeliharaan kambing, kelinci, dan ayam dilakukan oleh masyarakat desa. Sistemnya kemitraan, bagi hasil,” ujar Edi Cahyono.

Baca Juga:  Negara Berencana Batasi Ekspor Bahan Pokok Pangan

Selain ada kandang, kebun, dan kolam, di Joglo Kilen Lepen juga ada tempat untuk pembuatan karya. Tempatnya di bangunan depan Joglo, menghadap Sungai Progo, dilengkapi dengan Wifi. Sehingga peserta Sekolah Jurnalisme Pangan, bisa membuat karya dengan fasilitas lengkap dan view, pemandangan alam aliran sungai yang indah.

Kandang kelinci. (Foto: Wiradesa)

Sesuai dengan standar kurikulum Sekolah Jurnalisme Pangan, setiap peserta diwajibkan membuat karya minimal satu karya untuk dipublikasikan. Karyanya bisa tulisan, foto, dan video. Sedangkan media publikasinya bisa media pers atau media sosial. Pengelola Sekolah Jurnalisme Pangan berharap ada pihak yang mendukung pendanaan untuk pelaksanaan diklat yang menawarkan nilai belajar, berkarya, dan berbagi. (Ilyasi)

Tinggalkan Komentar