Lumbung Pangan Berbasis Masyarakat

 Lumbung Pangan Berbasis Masyarakat

Tanaman Pepaya di kawasan lumbung pangan berbasis masyarakat, Selasa (19/9/2023). (Foto: Wiradesa)

SLEMAN – Lumbung pangan berbasis masyarakat terdapat di Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan yang ada di Padukuhan Krasaan ini terdapat tanaman pangan, hortikultura, buah, kolam ikan, dan ternak kambing.

Berdasarkan penelusuran Wiradesa.co, Selasa 19 September 2023, berbagai tanaman pangan, kolam, dan kandang ternak itu diupayakan para petani. Mereka secara mandiri mengolah lahan garapannya untuk menanam papaya, lombok, jagung, kacang, padi, dan lainnya.

“Kami menanam Pepaya California di lahan 2,5 hektar. Lahan lungguh ini kami sewa dari Pak Dukuh,” ujar Ponijan, petani papaya. Sampai Minggu (17/9/2023) sudah petik ke-9 dan saat itu menghasilkan 2.200 kilogram.

Sedangkan Nanang, petani lain, menanam cabai di lahan seluas 5.000 meter persegi. Ada dua jenis cabai yang ditanam, yakni Cabai Semprul dan Cabai Kaliber. Panennya setelah 95 sampai 105 hari setelah tanam.

Selain tanaman Pepaya California dan Cabai Semprul, petani di Jogotirto juga banyak yang menanam Jambu Air jenis Dalhari. Pohonnya tidak terlalu tinggi, tetapi buahnya lebat dan warna buah jambunya coklat kemerahan.

Kawasan yang dikelola para petani secara mandiri ini layak disebut lumbung pangan berbasis masyarakat. Karena petani sendiri yang mengupayakan, tidak direkayasa pihak lain untuk menjadi lumbung.

Agar bisa menjadi kawasan lumbung pangan percontohan, maka para petani dan peternak perlu dibekali pengetahuan pertanian terpadu berbasis teknologi. Kawasan ini kelak jika dikelola dengan baik, bisa menjadi tempat studi tiru untuk mengembangkan kawasan lumbung pangan berbasis masyarakat. (*)

Baca Juga:  Fatayat Ranting Salamrejo Bagikan Santunan Yatim Piatu

Redaksi

Mandirikan Desa Sejahterakan Rakyat

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: