Kolom  

Menyakitkan Memberi Pencerahan

Sihono HT, Founder Wiradesa.co

SELAMA 16 minggu, mulai Oktober 2022 sampai Februari 2023, kami, Wiradesa.co, mendapat pencerahan yang luar biasa. Hebatnya, sinar terang itu justru datang dari perusahaan platform raksasa, global, yang selama ini saya keluhkan.

Platform raksasa itu bernama Google dengan mesin pencarinya. Karena mesin pencari itu kini menjadi rujukan, menjadi kiblat, dan bahkan menjadi tujuan jurnalisme digital di Indonesia.

Sebagai seorang jurnalis yang sudah menekuni profesi kewartawanan selama 30 tahun lebih, saya prihatin, sedih. Kenapa banyak wartawan, banyak perusahaan media di Indonesia, yang menghamba ke mesin?

Mereka berlomba-lomba mengejar klik bait (clickbait), trending, views, subscribes, dan search engine yang diciptakan Google. Sekali lagi, saya sedih. Karena sudah sejak di bangku kuliah, di UGM era 80-an, saya meyakini jika pers diadakan itu untuk kepentingan publik. Pers diselenggarakan itu untuk kepentingan masyarakat luas, termasuk warga desa yang selama ini banyak ditinggalkan oleh industri media di Indonesia.

Baca Juga:  Perusahaan Pers Startup Siap-siap Gigit Jari dengan Terbitnya Perpres Keberlanjutan Media

Sudah tiga tahun ini, sejak Wiradesa.co kami dirikan pada 9 Desember 2020, kesedihan itu semakin terasakan. Organisasi profesi yang menaungiku, Persatuan Wartawan Indonesia, lembaga negara Dewan Pers, dan bahkan Pemerintah Indonesia, sepertinya tidak mampu mengobati kesedihanku.

Namun di tengah rasa sakit, rasa sedih, ternyata institusi atau organisasi atau perusahaan platform digital raksasa dunia yang bernama Google justru memberikan atensi. Perusahaan yang selama ini saya rasa menyakitkan, ternyata justru memberi pencerahan.

Google dengan programnya Google News Initiative Startups Lab (GNI SL) Indonesia mengapresiasi dan mendorong Wiradesa.co bersama sembilan startups media digital di Indonesia untuk membuat karya jurnalisme berkualitas. Jurnalisme yang bermutu tinggi. Jurnalisme yang bermanfaat bagi masyarakat. Jurnalisme yang melayani pihak yang selama ini tidak terlayani media.

Hati, pikiran, dan sikap para pengelola Wiradesa.co semakin mantap dengan belajar dan berbagi bersama Tim Echos, rekanan Google. Karena orang-orang hebat, orang-orang profesional, seperti Juliana Proserpio, Erico Lisboa, Paulo Armi, Luna Diandra, Christine Gunawan, mendorong kami untuk terus memuliakan audiens. Terus berupaya mengerti dan memahami khalayak dan melayani apa yang dibutuhkan masyarakat.

Baca Juga:  Pemuda Desa menjadi Petani Modern, Kenapa tidak?

Design Thinking yang berbasis manusia atau berpusat pada manusia yang selama ini diajarkan Tim Echos pada prinsipnya memanusiakan manusia. Itu prinsip yang selama ini saya pegang. Kami tidak akan melayani mesin, karena bagi kami mesin itu sarana bukan tujuan, tetapi kami akan melayani manusia. Kami melayani masyarakat, khususnya warga desa di Indonesia.

Terimakasih Tim Echos. Terimakasih Google. Kehadiranmu di hatiku, seperti sebuah titik terang dalam kegelapan. Semoga orang-orang hebat, orang-orang terhormat, seperti Juliana, Eriko, Paulo, Luna, Christine, dari Echos, dan Yos Kusuma serta Tim Google terus berempati pada kami. Terus memberi perhatian pada Wiradesa.co dan startups media digital di Indonesia yang berupaya membuat karya jurnalisme berkualitas tinggi. Karya jurnalisme yang tidak terpaku atau berorientasi pada mesin, tetapi bermanfaat bagi masyarakat luas.

Salam dari Desa!

Yogyakarta, 11 Februari 2023

Sihono HT (Founder Wiradesa.co)

Tinggalkan Komentar