Nilai Jual Lele Meningkat 100 Persen Lebih: Apa yang Dilakukan Warga Desa?

Lele Asap yang dipersembahkan warga Banjarharjo kepada Ngarso Dalem, Kamis (2/4/2026). (Foto M. Kharir)

Inovasi pascaproduksi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan nilai jual suatu produk. Baik itu produk pertanian, peternakan, maupun perikanan.

Seorang warga di Padukuhan Salam, Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, mampu meningkatkan nilai jual ikan lele hasil produksi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) “Alam Tirto” menjadi 100 persen lebih.

Semula harga jual lele dari Pokdakan ke pedagang Rp 22.000 per kilogram berisi 7 ekor lele, setelah mendapat sentuhan dari Angky Anggodo, warga Salam, harganya meningkat menjadi Rp 47.000 per bungkus yang isinya sama 7 ekor lele.

Dengan peningkatan dari Rp 22.000 (7 ekor lele) menjadi Rp 47.000 (7 ekor lele) maka persentase peningkatan harga jualnya mencapai 113,6 persen. Artinya peningkatannya mencapai 100 persen lebih.

Cara meningkatkan nilai jual yang dilakukan Angky Anggodo ternyata sangat sederhana dan mudah dilakukan. Hanya dengan pengasapan dan pengemasan yang rapat, harga jual ikan lele bisa meningkat dua kali dari harga beli.

Lele asap karya inovasi warga Salam Banjarharjo tersebut, jadi produk unggulan dari Kalurahan Banjarharjo yang dipersembahkan kepada Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Kamis 2 April 2026.

Baca Juga:  SMSI Lobar Gelar Halal Bi Halal: Merajut Kebersamaan Dalam Perbedaan

Pada Kirab Budaya HUT ke-80 Raja Keraton Yogyakarta, lele asap Banjarharjo dibawa rombongan para pamong Kalurahan Banjarharjo Kalibawang yang dipimpin Lurah Susanto yang berjalan dari Titik Nol menuju Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Lurah Banjarharjo Susanto merasa bangga bisa mempersembahkan lele asap kepada Ngarso Dalem. Karena ikan lele hasil produksi kelompok pembudidaya ikan lele itu memiliki ikatan historis dengan Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Ngarso Dalem pernah hadir dan meresmikan pemanfaatan 82 kolam terpal bulat di Padukuhan Duwet 2 pada Selasa 3 September 2024. Dengan perhatian dari Raja Keraton Yogyakarta yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) produksi ikan lele dari Banjarharjo terus meningkat.

Dukuh Duwet 2 yang juga Ketua Pokdakan “Alam Tirto”, Mochamad Kharir, mengungkapkan produksi ikan lele dari Banjarharjo pada tahun 2024 sebanyak 171 ton. Selanjutnya pada tahun 2025 meningkat menjadi 211 ton, dan pada tahun 2026 ditargetkan 250 ton.

Mochamad Kharir merasa bangga kegiatan perikanan, khususnya budidaya ikan lele, bisa menjadi salah satu kegiatan usaha yang menjadi sumber penghasilan masyarakat. Budidaya lele bisa menyejahterakan anggota dengan adanya tambahan penghasilan dari kegiatan kelompok.

Baca Juga:  Bantu Warga Terdampak Covid-19, Kanwil Kemenkumham Jateng Bagikan 500 Paket Sembako

“Masyarakat juga bisa ikut mengembangkan kegiatan usaha budidaya maupun inovasi pengolahan dari ikan lele. Seperti yang dilakukan salah satu warga yang berinovasi mengolah ikan lele menjadi Lele Asap Mbak Ang,” ujar Mochamad Kharir.

Proses pengasapan ikan lele dengan sabut kelapa produksi warga Banjarharjo. (Foto: M. Kharir)

Dipersembahkannya Lele Asap kepada Ngarso Dalem merupakan wujud kecintaan warga Banjarharjo Kalibawang kepada Rajanya. Pisungsung itu juga sebagai ungkapan terimakasih masyarakat kepada Ngarso Dalem yang peduli terhadap kebutuhan pangan dan kesejahteraan warga Ngayogyakarta Hadiningrat.

Para pembudidaya ikan lele di Banjarharjo nderek mangayubagyo, 80 tahun yuswo Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X. Semoga Ngarso Dalem terus sehat dan suatu saat kerso rawuh lagi ke Banjarharjo menikmati hasil olahan ikan lele, hasil produksi kolam terpal bulat, yang dibiayai dari dana keistimewaan. (Ono)

Tinggalkan Komentar