Peserta Sinau Pancasila di Pleret Tandatangani Pakta Integritas

Salah satu peserta Sinau Pancasila di Pleret, Kamis (10/7/2025) menandatangani Pakta Integritas. (Foto: Ilyasi)

BANTUL – Peserta Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kapanewon Pleret Bantul, Kamis 10 Juli 2025, menandatangani Pakta Integritas untuk menjalankan nilai-nilai Pancasila. Sebelumnya, mereka merumuskan dan membacakan pernyataan sikapnya secara bersama-sama.

Pakta Integritas untuk menjalankan nilai-nilai Pancasila itu terdiri dari lima sikap. “Kami warga Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, siap untuk : 1. Memahami dan menghormati toleransi beragama di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2.Saling membantu, tolong menolong antarwarga negara. 3. Bergotong royong untuk kepentingan bersama. 4. Bermusyawarah, tidak memaksakan kehendak untuk memecahkan persoalan. 5. Berempati dan bersikap adil terhadap sesama warga negara Indonesia”.

Pernyataan sikap tersebut selain ditandatangani oleh para peserta Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY, juga ditandatangani narasumber Umaruddin Masdar (DPRD DIY), Yudi R (Korem 072), Marzuki (UNY), dan Sihono HT (PWI).

Pembacaan Pakta Integritas. (Foto: Ilyasi)

Panewu Pleret, Evie Nur Siti Fatonah, mengucapkan terimakasih kepada pimpinan Badan Kesbangpol DIY yang memilih Kapanewon Pleret menjadi salah satu tempat kegiatan Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Dia berharap para peserta warga Pleret memanfaatkan kegiatan Sinau Pancasila untuk mengetahui perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga:  Rektor Resmikan Wisma MIC UGM

Dosen PPKn UNY, Marzuki, menjelaskan ciri-ciri orang yang berperilaku Pancasilais itu beriman, taat beribadah dan berakhlak mulia. Selain itu menjalankan nilai-nilai kemanusiaan. Menghargai keberagaman dalam persatuan. Mengutamakan musyawarah. Kemudian berkeadilan dan gotong royong.

Sedangkan Kol Inf Yudi Rombe menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia itu bersifat kesatuan. Sedangkan ciri-ciri NKRI itu satu pemerintah pusat, satu konstitusi UUD 1945, satu kepala negara, satu wilayah nasional, dan kebhinnekaan dalam kesatuan.

“Sebagai warga negara Indonesia, kita lahir, hidup, dan mati tetap berideologi Pancasila. Tidak ada ideologi lain di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Yudi Rombe. Ideologi Pancasila bersifat final, tidak perlu diperdebatkan.

Anggota DPRD DIY Umaruddin Masdar menjelaskan Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan Badan Kesbangpol DIY merupakan amanah dari Perda DIY Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Selain mengamanahkan Badan Kesbangpol DIY untuk melaksanakan program Sinau Pancasila dan Sosialisasi Bhinneka Tunggal Ika, Perda tersebut juga mengamanahkan Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan untuk menyelenggarakan Pendidikan Pancasila dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga:  Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right 
Foto bersama peserta dan narasumber Sinau Pancasila. (Foto: Ilyasi)

Praktisi Media Sihono HT mengingatkan kepada para peserta Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan jangan hanya berhenti pada belajar, tetapi juga harus berkarya dan berbagi. “Kita tidak boleh hanya menjadi objek penyaluran informasi, tetapi harus menjadi subjek pembuat informasi, memproduksi konten yang bernilai Pancasila,” ujar Sihono HT.

Sebagai Direktur Pers Pancasila PWI Pusat, Sihono HT, mempersilahkan media yang dibangunnya Tunggal.co dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi-informasi atau karya jurnalistik yang bernilai Pancasila. Karya jurnalistik itu bisa berupa berita (teks), foto, video, atau grafis. (Ilyasi)

Tinggalkan Komentar