Puluhan Stan UMKM Ramaikan Green Kayen Fest 2025

Anggota Komisi C DPRD DIY Sofyan Setyo Darmawan meninjau stan UMKM Green Kayen Fest 2025. (Foto: Wiradesa).

SLEMAN-Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Green Kayen menggelar event geden bertajuk Green Kayen Fest 2025. Diramaikan puluhan stan UMKM yakni 13 stan UMKM setempat dan 24 stan UMKM dari luar Padukuhan Kayen, Condongcatur Depok, Sleman.

Pengelola Green Kayen sekaligus Ketua Panitia Green Kayen Fest 2025 Dadang Hermawan menuturkan, di samping dua kelompok UMKM tersebut satu lapak disediakan secara khusus buat lapak padukuhan yang menampung produk 9 RT berupa aneka jajanan, batik dan produk kelompok wanita tani. Acara dimeriahkan panggung seni tradisional sehari full berupa pertunjukan jathilan, tari tradisional, musik keroncong dangdut, angguk, surun dayung dan pancasila.

Melalui event yang baru pertama kali digelar pihaknya ingin menumbuhkembangkan potensi padukuhan dari seni budaya, potensi alam, UMKM dalam satu wadah Green Kayen Fest untuk kemakmuran rakyat. “Terselenggaranya event, Pokdarwis Green Kayen bersama Pemkal Condongcatur, didukung Dinas Pariwisata Provinsi DIY melalui pokok pikiran dewan Fraksi PKS DPRD DIY,” kata Dadang Minggu 28 September 2025.

Anggota Komisi C DPRD DIY dari Fraksi PKS Sofyan Setyo Darmawan yang hadir pada gelaran siang itu menyampaikan sejumlah kritik dan saran yang membangun. Dia pun menuturkan pengalaman yang baru saja dialami tatkala menuju lokasi Green Kayen dan harus nyasar saat mengikuti petunjuk Google Maps. “Berangkat tadi nyasar ke jalan buntu setelah melewati jalan perumahan yang sepi. Padahal waktu tempuh tiba ke lokasi tinggal 2 menit. Akhirnya nelpon minta dijemput,” kata Sofyan.

Baca Juga:  Lurah Condongcatur Terima Berita Acara dan Dokumen Hasil Ujian Pengisian Pamong

Hikmah dari kejadian nyasar, Sofyan memberi beberapa saran kepada pengelola Green Kayen. Diantaranya perlunya pembetulan akurasi panduan menuju lokasi jika mau mengikuti Google Maps. Dia juga menyarankan perlunya penambahan papan petunjuk atau plang agar memudahkan para pengunjung dalam menjangkau lokasi Green Kayen.

“Agar makin dikenal, pengelola Green Kayen perlu mempelajari pula ilmu viral. Bisa bikin event dengan jargon yang tak biasa, unik dan bikin orang penasaran. Contohnya Green Kayen Memanggil, Green Kayen Beraksi, atau Green Kayen Njathil,” ucapnya.

Selain memviralkan Green Kayen, pengelola juga mesti merancang kreativitas dengan konsep lima N. Nametke atau banyak melihat dan mengamati destinasi serupa yang lebih maju dan sukses menarik kunjungan tamu atau wisatawan, kedua niteni apa yang membuat destinasi tersebut ramai, ketiga niroake alias meniru cara agar Green Kayen makin diminati, keempat nambah-nambahi atau melengkapi berbagai fasilitas dan atraksi, event yang menarik. Kelima nemoake atau menemukan formula atau cara agar Green Kayen yang membuatnya diminati sebagai sebuah destinasi wisata. “Semoga ke depan Green Kayen bukan sekadar sebagai ruang hijau tapi dapat berkembang sebagai ruang publik sekaligus sebagai sebuah destinasi edukasi di bidang lingkungan,” imbuhnya.

Baca Juga:  KH Deny Setiawan: 10 Hari Terakhir Ramadan yang Sangat Menentukan

Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji dalam sambutannya sangat mengapresiasi terlaksananya Green Kayen Fest 2025. Ia menyebut sejumlah event besar telah terlaksana di Green Kayen secara rutin maupun temporer. Untuk pengembangan kawasan Green Kayen saat ini tengah dirintis bangunan yang nantinya diperuntukkan bagi pelaku UMKM kuliner. Pembangunan memanfaafkan dana CSR salah satu bank di DIY.

“Acara hari ini didukung Dana Keistimewaan untuk menguatkan UMKM, ditambah pentas kesenian. Tujuannya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di Padukuhan Kayen. Semoga mampu meningkatkan geliat ekonomi lokal,” harap Reno. (Sukron)

Tinggalkan Komentar