Rumah Dongeng Mentari Adakan Workshop Mendongeng “Imajinasi Indonesia”

 Rumah Dongeng Mentari Adakan Workshop Mendongeng “Imajinasi Indonesia”

Peserta Sosialisasi Workshop Mendongeng “Imajinasi Indonesia” (Foto: Wiradesa)

YOGYAKARTA – Organisasi Penggerak Rumah Dongeng Mentari (RDM), Jumat 22 Oktober 2021, melaksanakan sosialisasi Workshop Mendongeng “Imajinasi Indonesia”. Kegiatan yang diselenggarakan dengan cara daring ini diikuti guru-guru TK dan perwakilan dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY serta dinas terkait di tingkat kabupaten/kota.

Ketua Tim Organisasi Penggerak RDM, Rona Mentari, menjelaskanWorkshop Mendongeng “Imajinasi Indonesia” akan dilaksanakan dengan enam kali pertemuan secara daring. Pesertanya total 60 orang dari guru 20 sekolah TK di wilayah DIY. “Satu sekolah TK diwakili tiga peserta, satu kepala sekolah dan dua guru,” ujar Rona Mentari.

Para peserta akan mendapatkan pembekalan, tentang teori mengapa mendongeng, mempersiapkan dongeng, kreativitas dalam mendongeng, olah rasa, literasi digital, serta monitoring dan evaluasi. “Dalam workshop nanti, kami akan melibatkan empat mentor dan lima fasilitator,” jelas Rona. Jadi satu fasilitator akan mendampingi 12 peserta.

Salah satu peserta dari Gunungkidul, Sumarti (guru TK Negeri Tepus), menginginkan agar workshop mendongeng tidak hanya dilakukan dengan daring saja, tetapi juga ada luring atau tatap mukanya. Karena untuk belajar olah rasa, olah vokal, dan ekspresi, perlu ketemu langsung dengan mentor, tidak cukup dengan daring.

Guru TK Negeri Tepus ini sudah berkoordinasi dengan guru-guru calon peserta workshop mendongeng mengundang mentor dari RDM untuk pertemuan tatap muka dengan protokol kesehatan ketat di TK Wonosari. “Jika disetujui, kami sudah menentukan pertemuannya dengan mentor RDM di Wonosari, karena letaknya di tengah. Soal makan, tidak usah dipikir,” papar Sumarti.

Keinginan ini langsung direspons pendiri RDM, Rona Mentari. Tim Organisasi Penggerak RDM siap hadir langsung ke Wonosari untuk memberi pembekalan teknik mendongeng. “Meski tidak ada anggaran untuk luring, kami siap hadir untuk meningkatkan kapasitas guru-guru TK di Gunungkidul,” tegas Rona Mentari.

Baca Juga:  Penting Pendidikan Seks Bagi Anak Difabel

Ketua Dewan Kehormatan PWI DIY yang juga Ketua Dewan Pembina RDM, Sihono HT, mengapresiasi ide dari Ibu Sumarti, guru TK Negeri Tepus Gunungkidul yang perlu bertemu langsung dengan mentor RDM. Karena belajar mendongeng itu tidak cukup hanya dengan daring. Apalagi jika ingin memotivasi para guru TK agar percaya diri saat mendongeng di depan para peserta didiknya.

Sihono berharap ide dari guru TK Negeri Tepus itu juga diterapkan di Kabupaten Sleman, Kulonprogo, Bantul, dan Kota Yogyakarta. Meski tidak ada anggaran untuk luring, tetapi persoalan makan dan lainnya bisa dimusyawarahkan. Basis aktivitas RDM itu sosial dan relawan. Jadi dalam setiap kegiatan, anak-anak RDM selalu dilandasi dengan nafas pengabdian.

Sekretaris Disdikpora DIY Suhartati (Foto: Wiradesa)

Sekretaris Disdikpora DIY, Suhartati, mengapresiasi program workshop mendongeng yang akan dijalankan RDM. Untuk meningkatkan kualitas hasil pendidikan, peran organisasi penggerak, seperti RDM, sangat diperlukan. “Sehingga apa yang dilakukan anak-anak muda organisasi penggerak RDM harus kita dukung bersama,” tegas Suhartati.

Perwakilan LPMP DIY, Utama Singgih Budiarso (Foto: Wiradesa)

Hadir dalam sosialisasi Workshop Mendongeng “Imajinasi Indonesia” dan memberikan pandangan dan masukan, antara lain Utama Singgih Budiarso MPd (LPMP DIY), Rantiman MPd (Pendamping Organisasi Penggerak), Anas Tri Susanto (Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Bantul), dan Putri Arum Sari (Ketua Yayasan RDM). Jalannya sosialisasi dipandu Ayu Purbasari. Kegiatan pertemuan daring akan dimulai akhir Oktober sampai November 2021. (*)

Redaksi

Mandirikan Desa Sejahterakan Rakyat

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: