Tambak Udang Sepanjang Pantai di Jember dan Lumajang Abaikan Kelestarian Lingkungan

 Tambak Udang Sepanjang Pantai di Jember dan Lumajang Abaikan Kelestarian Lingkungan

Tambak udang di sepanjang pantai wilayah Jember dan Lumajang, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

JEMBER – Usaha tambak udang di sepanjang pantai wilayah Jember dan Lumajang, Jawa Timur, sebagian besar mengabaikan kelestarian lingkungan. Pengelola membuang limbah seenaknya sehingga mencemari lingkungan.

Mahasiswa asal Jember, M. Putera Yuniar Avicenna, mengemukakan banyak sekali usaha tambak yang saat ini beroperasi di sepanjang pantai Jember dan Lumajang. Di antaranya terletak di sekitar pantai Paseban. Tepatnya di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang. Tambak ini berada di selatan Jalan Lintas Selatan (JLS) dan termasuk dalam zona sepadan pantai.

Tambak udang ini dikelilingi tembok dengan pecahan kaca di atasnya. “Setahu saya hanya terdapat dua pintu yang dijaga ketat untuk aktivitas tambak. Tambak yang terhampar luas di sepadan pantai membuat para nelayan tidak bisa menyandarkan kapalnya di pesisir,” ujar M. Putera Yuniar Avicenna, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa 4 Oktober 2022.

Tidak hanya itu, kata Yuniar, tambak ini juga sembarangan membuang limbah. “Saya sendiri pernah mendapati ketika memancing di Sungai Bondoyudo yang berada tepat di timur tambak, limbah hitam seperti lelehan plastik muncul dari dalam air bersamaan dengan busa-busa dan gelembung yang meletup-letup,” ungkap Yuniar.

Pengelola tambak tidak mengolah limbahnya, sebagaimana dilansir dari sidikkasus.co.id tambak ini sudah empat kali didatangi para warga nelayan sebab membuang limbah yang serampangan. Hal ini membuat ikan semakin menjauh dari bibir pantai sehingga menambah bahan bakar untuk menangkap ikan lebih ke tengah.

Menurut Yuniar, tambak sepanjang pantai mereduksi sumber penghidupan masyarakat pesisir yang kebanyakan adalah nelayan. Banyak tambak juga mencemari laut. Hal ini juga dikeluhkan beberapa pemancing. Hasil udang tidak dijual ke pasar atau ke masyarakat. “Udang di sini tidak dijual,” ujar seorang sequrity.

Baca Juga:  Cara Kreatif Menyuarakan Kepedulian Lingkungan Kota

Sebagai anak muda yang peduli terhadap lingkungan, Yuniar Avicenna berharap pemerintah lebih tegas dalam menindak kasus-kasus perusahaan tambak yang mengabaikan kelestarian lingkungan. Aparat pemerintah selayaknya tidak berkompromi kepada investor-investor yang tidak bertanggung jawab dan merugikan masyarakat. (*)

Redaksi

Mandirikan Desa Sejahterakan Rakyat

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: