Tengah Belajar di Kamar, Warga Suren Terkena Gigitan Ular

 Tengah Belajar di Kamar, Warga Suren Terkena Gigitan Ular

Jempol kaki Dafian sesaat setelah kena gigitan kobra jawa. (Foto: Istimewa)

KULONPROGO-Kasus gigitan ular terjadi di Padukuhan Suren, Sukoreno, Sentolo. Korban Dafian Khoirul Abhizar (10), tergigit ular jenis kobra jawa (Naja Sputatrik) pada Senin 22 Januari 2024 sekitar pukul 22.00.

Pertolongan cepat, korban segera dibawa ke RS Nyi Ageng Serang Sentolo. Sementara warga sekitar mencari ular yang masuk ke dalam rumah dan membunuhnya.

Dukuh Suren Isman Nugroho menuturkan, setelah mendapat perawatan di RS, kondisi Dafian berangsur membaik.

“Setelah tergigit, pertolongan dengan langsung dibawa ke RS terdekat dan mendapat perawatan medis. Untuk pagi ini informasi dari keluarga, kondisinya sudah membaik,” ujar Isman, Selasa 23 Januari 2024.

Dafian tergigit ular yang masuk kategori ular berbisa tinggi di kamarnya. Menurut kakak korban, Fahri, malam sebelumnya seekor kucing kedapatan membawa masuk ular. Namun tak jelas jenis ular apa yang dibawa masuk.

“Siang hari lupa bahwa ada ular masuk. Hingga kejadiannya ketika Dafian tengah belajar di kamar malam-malam sendirian, kena gigitan,” imbuh Fahri.

Slamet Riyadi, relawan dari Sioux Yayasan Ular Indonesia saat dihubungi wiradesa.co menuturkan, Januari merupakan bulan puncak ular menetaskan telur. Apalagi bertepatan musim hujan sehingga masyarakat diimbau untuk waspada menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah. Membersihkan semak-semak, menutup saluran air dengan saringan agar tak menjadi tempat masuk ular. Juga menutup celah seperti bagian bawah pintu. Bisa juga dengan menaburkan wangi-wangi seperti kapur barus ke tempat tertentu yang rawan.

“Ular masuk rumah bisa karena mengejar mangsa, atau mencari suhu yang lebih hangat,” kata Slamet Riyadi yang sehari-hari bertugas sebagai pemadam kebakaran di Kulonprogo dan kerap dimintai tolong warga manakala menjumpai ular masuk rumah.

Sesaat setelah kejadian di Suren, Slamet dikirimi foto kondisi kaki Dafian setelah terkena gigitan. Analisis dari teman-temannya di Sioux Yayasan Ular Indonesia, jenis gigitan pada kaki Dafian termasuk gigitan kering.

Baca Juga:  Enam Paten UGM Terima Anugerah HKI 2020

“Gigitan kering, ular menggigit tapi bisa belum masuk. Bekas gigitan bisa berwarna merah dan bengkak. Sedangkan pada gigitan basah bisa ular sudah masuk ke aliran darah. Bekas gigitan hitam membiru dan bengkak,” imbuh Slamet.

Pertolongan pada kasus gigitan ular yang bisa dilakukan dengan pembidaian agar bagian tubuh yang terkena gigitan dan sekitarnya tak banyak bergerak. Tindakan selanjutnya berupa tindakan medis seperti pemberian suntikan antibisa ular. Menurut Slamet, di RSUD Wates sudah tersedia serum antibisa ular jenis polyvalen untuk gigitan tiga jenis ular: kobra, welang dan ular tanah. Bagi yang terkena gigitan kering, bisa diberikan suplemen seperti madu dan susu dengan tujuan untuk meningkatkan imunitas agar kondisi tubuh bisa lekas pulih. (Sukron)

Sukron Makmun

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: